Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo pada Januari lalu, pemohon kartau AK 1 berjumlah 45 orang. Terdiri atas 32 laki-laki dan 13 perempuan. Februari berjumlah 46 orang yang terdiri atas 32 laki-laki dan 14 perempuan. Untuk Maret berjumlah 37 orang dengan rincian laki-laki 28 dan perempuan 13 orang.
Selanjutnya, pada April per kemarin (14/4) saja, pemohon Kartu Kuning berjumlah 24 orang. Rinciannya, 15 laki-laki dan 9 perempuan. Jumlah tersebut, diyakini akan terus bertambah mengingat semakin banyak warga yang dirumahkan dan dikenakan PHK.
Mujito, kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Ketransmigrasian, dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Probolinggo mengatakan, jumlah pengajuan permohonan kartu kuning masih terus tinggi. Angkanya masih di atas 30 per bulan.
"Biasanya di bawah itu kalau bulan-bulan ini. Tetapi, entah kenapa sejauh ini tidak ada penurunan," katanya saat dikonfirmasi.
Pihaknya sebenarnya berharap angka pengajuan AK1 turun. Pasalnya, saat ini daerah diterpa pandemi korona. Karena itu, pihaknya berharap turun. Tetapi, tiap harinya masih ada saja warga yang mengurusnya. "Memang tidak kami tutup pelayanannya. Dan pelayanannya secara langsung tidak melalui online," terangnya.
Ia menjelaskan, terus adanya pembuatan Kartu Kuning itu karena adanya program kartu prakerja pemerintah pusat. Meskipun tidak membutuhkan kartu itu, tetapi antusias warga terus saja berdatangan. "Mungkin karena prakerja itu. Soalnya kan itu untuk pelatihannya. Kalau pengajuannya tidak membutuhkan," ungkapnya.
Harapan terkait AK1 semakin menurun. Ia meminta perusahaan jangan merumahkan atau PHK karyawan karena dampak Covid-19. Ia sendiri juga berharap pandemi ini cepat usai dan situasi kembali seperti semua. "Segera (pandemi, Red) selesai sehingga pekerja bisa beraktivitas lagi secara normal," tandasnya. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin