Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Anang Budy Yoelijanto menyebut, jumlah PDP atau suspect di Kabupaten Probolinggo bertambah satu. Awalnya empat orang, terhitung Jumat (3/4) bertambah menjadi lima orang.
Pasien suspect kelima ini, menurutnya, berasal dari Desa Liprak Kulon, Kecamatan Banyuanyar. Yang bersangkutan sempat melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Papua. Dalam perjalanan, warga tersebut sakit. Karena sakit, dia ditolak masuk ke Papua dan kembali ke Surabaya. "Setelah balik ke Surabaya, kemudian ia pulang," tandasnya.
Begitu pulang, pasien ini dirawat di RSUD Waluyo Jati. Yang bersangkutan juga telah menjalani rapid test dan dinyatakan negatif. Namun, pasien suspect kelima ini akhirnya meninggal.
Menurut Anang, suspect asal Liprak Kulon itu mempunyai riwayat sakit kencing manis. Juga menderita sakit paru-paru lama dan infeksi baru. Diduga, pasien meninggal karena gagal pernapasan.
Begitu meninggal, pasien dimakamkan dengan protokol kasus infeksius. Hal ini dilakukan sesuai kesepakatan direktur rumah sakit.
"Kenapa kok dimasukan ke PDP? karena ada perjalanan ke Papua mondar-mandir. Tapi, sudah menjalani rapid test dan hasilnya negatif,” terangnya.
Sementara itu, suspect yang masih dalam perawatan adala balita 3,5 tahun asal Desa/Kecamatan Sukapura. Balita itu telah tes swab pertama dan hasilnya negatif. Saat ini sang bayu menunggu hasil tes swab kedua. "Untuk yang Sukapura masih menunggu hasilnya. Saat ini kami masih belum dapat," tuturnya.
Sementara itu, sampai saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mengalami peningkatan. Dari sebelumnya ODP 197 orang menjadi 212 orang. Dengan keterangan, 194 orang masih dalam pemantauan dan 18 orang selesai dipantau. (sid/hn) Editor : Jawanto Arifin