Upaya itu dilakukan di halaman Kantor PC NU Kabupaten Pasuruan. Ada empat bus rombongan santri yang boyong. Begitu tiba, mereka tidak langsung turun dari kendaraan.
Sejumlah petugas lebih dulu menyemprot disinfektan ke semua sudut kendaraan bagian luar. Juga barang-barang bawaan para santri yang ada di bagasi kendaraan.
Setelah itu, petugas masuk ke kendaraan untuk memastikan para penumpang mencuci tangannya dengan hand sanitizer. Baru kemudian santri putri itu diperbolehkan turun. Tepat di depan pintu kendaraan, beberapa petugas menyemprot disinfektan.
Di sisi lain, keluarga para santri yang hendak menjemput juga diperlakukan sama. Kendaraan maupun tubuh mereka disterilkan menggunakan disinfektan. Mereka kemudian diarahkan menempati ruang khusus untuk menjemput putrinya pulang.
Ketua PC NU Kabupaten Pasuruan KH Imron Muttamakkin mengatakan, empat bus rombongan santri putri itu berasal dari dua pondok pesantren. Yaitu, PP Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah dan PP Al Falah, Kediri. Namun, tidak seluruhnya berasal dari Pasuruan. Ada empat santri dari Malang.
Gus Ipong -sapaan KH Imron Muttamakkin- menambahkan, pihaknya sebelumnya telah berkomunikasi dengan dua ponpes tersebut terkait rencana pemulangan santri. Karena itu, penyemprotan disinfektan dipusatkan di kantor PC NU.
"Kami fasilitasi tempatnya, karena jika langsung diturunkan di masing-masing rumah, maka akan menyulitkan petugas kesehatan dalam pemantauan," tutur dia.
Rencananya, masih ada beberapa rombongan santri PP Al Anwar yang dipulangkan. Yaitu, 13 santri putra asal Malang dan 34 santri putra asal Pasuruan. Mereka akan dipulangkan hari ini (30/3).
"Protokol kesehatan juga dilakukan, itu kami serahkan kepada petugas kesehatan. Prinsipnya, semua ini merupakan ikhtiar yang harus dilakukan demi keselamatan umat," tandasnya.
Sementara, keluar-masuknya orang di daerah terbilang masih lengang. Hal itu terlihat dari jumlah penumpang yang menunggu angkutan kendaraan dalam provinsi (AKDP) di Terminal Untung Suropati.
Kondisi di terminal sangat landai, jarang ada penumpang yang keluar-masuk dan bus juga banyak yang tidak jalan," kata Kasatgas Terminal Untung Suropati Yulianto.
Meski begitu, ia menerangkan bahwa pengawasan di area terminal kali ini diperketat. Jika ada bus yang masuk, maka pihaknya lebih dulu meminta kru angkutan maupun penumpang untuk mencuci tangan di tempat yang disediakan.
"Kami juga lakukan pemeriksaan suhu badan menggunakan thermo gun," jelasnya. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin