Benda-benda itu berupa runtuhan batu candi cukup unik. Yakni, batu candi yang memiliki relief berupa manusia, binatang, dan flora. Kini, benda-benda tersebut dibiarkan berada di tempatnya.
“Ada potensi lagi yang berhasil kami temukan dalam proses ekskavasi pekan ini. Yaitu, runtuhan batu candi. Bukan batu biasa, tapi ada reliefnya dari bebatuan andesit,” beber ketua tim ekskavasi BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho.
Pria yang juga arkeolog ini menuturkan, runtuhan batu candi dengan relief manusia dan binatang jumlahnya masing-masing satu. Sedangkan relief flora atau tumbuhan, mencapai belasan. Baik batu dengan relief manusia, binatang, dan flora, ditemukan di sekeliling candi.
“Runtuhan batu candi dengan relief tersebut tetap berada di tempatnya, tidak kami ambil dulu. Memang sengaja ditampakkan dulu, agar tahu secara detail untuk proses rekonstruksinya nanti,” ucapnya.
Dengan temuan runtuhan batu candi itu, menurutnya, sudah ada gambaran tentang bagian dinding Candi Keboireng. Menurutnya, bagian dinding candi induk kaya akan relief.
“Ini menarik sekali, sebagai bahan kami untuk mengkaji dan meneliti potensi sebenarnya yang ada di Candi Keboireng. Minimal buat bahan kami dalam mengevaluasi dan menyimpulkannya,” kata Wicak sapaan akrabnya. (zal/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin