Misdi pertama kali ditemukan tidak bernyawa oleh istrinya, Mutmainnah, 50 sekitar pukul pukul 09.30. Ia lantas menceritakan peristiwa ini pada tetangganya untuk meminta bantuan agar bisa memandikan dan mengafani korban.
Tak lama kemudian, informasi ini didengar oleh anggota Polsek Kraton. Petugas kepolisian lantas mendatangi rumah Misdi untuk mengecek informasi tersebut. Sekitar pukul 09.40, petugas tiba di rumah Misdi. Saat itu Misdi sudah dimandikan dan dalam keadaan dikafani.
Selanjutnya petugas meminta untuk membuka kembali jenazah korban dan petugas melihat ada bekas luka jeratan di leher korban. Usai ditelusuri ke istri Misdi, diketahui jika korban meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri.
Sebelum ditemukan tewas, korban kerap mengeluh karena penyakit diabetes yang dideritanya tidak kunjunh sembuh. Misdi sendiri tidak memiliki cukup uang untuk berobat. Namun ia pernah opname atas penyakit yang dideritanya.
Kondisi ini membuat ia frustrasi dan putus asa. Sehingga ia lantas mengakhiri hidupnya dengan melakukan kendat di ruangan belakang rumahnya. Dari hasil pemeriksaan sementara secara medis, korban meninggal dunia diduga akibat bunuh diri dan tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
Kapolsek Kraton, AKP Teguh Taviyarno membenarkan adanya warga Desa Kalirejo yang tewas akibat kendat. Aksi ini dipicu karena korban frustrasi atas penyakit diabetes yang dideritanya sudah setahun terakhir. Namun korban tidak punya uang untuk berobat.
"Di bagian leher ditemukan bekas jeratan leher. Pihak keluarga sudah menerima hal ini. Korban memang menderita penyakit diabetes dan berasal dari keluarga tidak mampu," terangnya. (riz/fun) Editor : Fandi Armanto