Betapa tidak, untuk menangkap warga Desa Jangkang, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan tersebut, personel kepolisian butuh perjuangan. Polisi sempat diteriaki maling oleh Sohib. Yang bikin heran, Sohib seakan dilindungi oleh oknum warga di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton. Kapolres AKBP Dony Alexander pun sampai menjulukinya “Godfather”.
Petualangan Sohib dalam dunia jual-beli narkotika juga terbilang licin. Meski pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang becak, dia banyak memiliki jaringan. Saat dibekuk pun, barang bukti yang diamankan lumayan banyak untuk level pengedar.
Penangkapan Sohib dilakukan Jumat (14/1). Saat itu ia sedang bertransaksi sabu-sabu dengan M. Khamid, 40, warga Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, di pinggir jalan desa dekat sebuah warung di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.
Proses transaksi itu tercium petugas, hingga kemudian menyusun siasat untuk penangkapan. Nah, saat Satreskoba Polres Pasuruan Kota tiba di lokasi dan hendak menangkap Sohib, petugas diteriaki maling oleh Sohib. Kemudian sejumlah warga yang berada di lokasi tersebut langsung menghalangi petugas untuk melakukan penangkapan.
Syukur, aksi ini tidak sampai melukai petugas. Sohib dan M. Khamid bisa diamankan tanpa perlawanan. Mereka tidak bisa berkelit, sebab petugas menemukan sejumlah barang bukti (BB) saat dilakukan penggeledahan. Yakni, sembilan bungkus plastik klip berisikan sabu dengan total berat 8,97 gram.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander mengungkapkan, dari hasil penelusuran oleh penyidik Satreskoba diketahui jika Sohib ini dikenal sebagai Godfather bagi warga setempat. Sehingga, saat petugas hendak melakukan penangkapan, petugas malah diteriaki maling dan sempat hendak dihalangi oleh warga.
"Kami cukup heran, awalnya kenapa petugas yang sudah memakai seragam bertuliskan POLRI, justru dihalangi. Ternyata memang Sohib dikenal sebagai godfather di situ," ungkapnya.
Saat dimintai keterangan oleh awak media, Sohib pun tidak menampik hal ini. Ia mengaku dirinya sudah melakukan transaksi sabu-sabu selama empat tahun. Selama ini pula, ia kerap memberikan sabu secara gratis pada sejumlah nelayan. Aksi dirinya meneriaki petugas maling dilakukan spontan untuk melindunginya.
"Selama ini banyak nelayan yang saya beri secara gratis. Kalau nelayan, ya agar fisik mereka tahan selama melaut berhari-hari," jelasnya saat konferensi pers di Mapolres Pasuruan Kota. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin