Api tiba-tiba muncul di TH 5 yang merupakan peralatan utama untuk mensuplai batu bara yang akan digunakan untuk pembangkit listrik. Saat itu karyawan yang ada di TH 5 langsung berhamburan untuk menyelamatkan diri. Suara sirine langsung berbunyi cukup keras.
Selang 10 menit kemudian, mobil pemadam kebakaran dua unit milik PLTU tiba. Selain itu, juga ada tim rescue dan tim evakuasi. Mereka langsung membagi tugas untuk menangani kebakaran itu. Tidak berapa lama, kebakaran bisa diatasi. Sementara, tim rescue dan evakuasi menyelamatkan empat orang yang terjebak dalam kebakaran tersebut.
Tapi tunggu, itu hanya sebuah simulasi. Sebuah pelatihan penyelamatan dan pemadaman, bila terjadi kebakaran di pembangkit yang menyalurkan listrik se-Jawa-Bali tersebut.
Mustofa Abdillah, general manager PT PJB UP Paiton yang ada dilokasi mengatakan, kebakaran itu dapat diatasi lebih dari setengah jam. Api bisa dikendalikan oleh petugas pemadam kebakaran yang berjumlah tiga unit. "Alhamdulillah api bisa dipadamkan. Ini kebakarannya terjadi di TH 5 yang merupakan alat utama untuk mensuplai batu bara," katanya.
Ia menjelaskam, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Namun, ditemukan empat orang yang mengalami luka-luka karena terjebak dalam kebakaran. "Kebakaran ini merupakan simulasi. Ini bentuk emergency respons kami. Tetapi, stimulasi ini kami hadapi benar. Dengan cara kami lakukan preventif-preventif. Ini sebagai kesiapan kami di PLTU ketika menghadapi situasi yang tidak diinginkan," ujarnya.
Menurutnya, PLTU Paiton merupakan tempat yang berpotensi kecelakaan sangat tinggi. Namun, pihaknya terus melakukan mitigasi. Tujuannya, untuk melakukan pencegahan terhadap kejadian yang tidak diinginkan.
"Risiko kecelakaan sangat tinggi di sini. Karena ini perusahaan besar yang menjadi objek vital nasional. Kami memiliki karyawan sebanyak 274 untuk PJB. Jika ditotal semuanya ada sebanyaj hampir 600-an orang yang setiap hari bekerja," katanya. (sid/fun) Editor : Jawanto Arifin