Seperti yang dilakukan santri Ponpes Al-Ihsan Assalafy, Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Senin (3/2). Dipimpin langsung pengasuh pesantren setempat, Kiai Faisol Zaini, santri memberikan penghormatan terakhir kepada Almarhum Gus Solah dengan melakukan salat Gaib dan tahlil bersama.
Gus Solah sangat disegani dan menjadi tauladan kaum pesantren, hingga ke pedesaan dan pedalaman. "Pesan Almarhum Gus Solah yang paling saya jaga, mari bersama merawat NU dan umat," ujar Kiai Faisol yang juga Ketua MWCNU Kecamatan Leces itu.
Kepergian Gus Solah menambah duka mendalam bagi kalangan pondok pesantren dan Nahdliyin, khususnya Jawa Timur. Sebab, dalam sepekan ini, 3 tokoh panutan santri telah wafat. Yakni, Alm. Habib Hasyim bin Abdullah Assegaf, Kabupaten Banyuwangi; KH. Moh Muzayyan Badri, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo; dan terakhir adalah KH. Salahuddin Wahid, Kabupaten Jombang.
Dari Informasi yang di himpun Jawa Pos Radar Bromo, Gus Solah wafat Minggu (2/2), pada pukul 20.55 WIB. Gus Solah wafat diusianya yang ke-77 tahun. Pengasuh Ponpes Tebuireng itu sempat dirawat di RSUD Jombang, Jawa Timur pada tahun 2018 lalu karena penyakit lambung. Pada awal 2020 ia dirawat di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta hingga akhirnya meninggal dunia. (mg1/fun) Editor : Jawanto Arifin