Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pertamanan DLH Kota Probolinggo Neli. “Seharusnya yang perlu dilakukan pertama sebelum mengembangkan (Sumber) Sentong adalah menjaga konservasi Sumber Sentong. Di antaranya, menjaga debit air agar tidak berkurang,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, ketika konservasi Sumber Sentong terjaga, debit air akan lancar. Sehingga. pengembangan wisata pasti bisa dilakukan. “Sebaliknya, jika debit air menyusut, bahkan hilang, sulit untuk dilakukan pengembangan wisata,” ujarnya.
Neli mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah bersama masyarakat sekitar untuk menjaga konservasi Sumber Sentong. Seperti, bersama masyarakat sekitar rutin membersihkan enceng gondok di mata air yang berada di Kelurahan Jrebeng Wetan itu.
“Masyarakat juga harus sadar untuk menjaga konservasi air di sana. Sempat ada pemasangan keramba di dekat titik sumber air di sana. Kami sudah menghubungi Dinas Pertanian untuk itu, karena dikhawatirkan mengganggu keberadan sumber airnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif Dispora Parbud Kota Probolinggo Pramito Legowo menjelaskan, di Sumber Sentong telah ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Di sana, juga mulai dilengkapi dengan fasilitas untuk menunjang kegiatan wisata seperti akses jalan.
“Di sana sudah ada Pokdarwis, juga sebagai bentuk keterlibatan masyarakat untuk pengembangan wisata di Sumber Sentong,” ujarnya. (put/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin