Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tanggul di Cangkringmalang-Beji Jebol, 140 KK Dibuat Resah

Fandi Armanto • Jumat, 24 Januari 2020 | 11:45 WIB
Photo
Photo
BEJI, Radar Bromo– Warga Kedungiringin dan Cangkringmalang, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, dibuat waswas. Menyusul jebolnya tanggul DAS Wrati di Dusun Minggir, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Tanggul itu jebol sekitar pukul 02.00, Kamis (23/1). Ketika itu, hujan lebat memang melanda kawasan Beji dan sekitarnya. Derasnya hujan membuat volume air sungai Wrati meningkat. Akibatnya, tanggul penahan sungai itu pun jebol sepanjang kurang lebih dua meter.

“Volume air DAS Wrati memang meningkat. Alirannya pun deras. Sehingga, tanggulnya jebol,” ujar Edi Santoso, salah satu warga Minggir, Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Jebolnya tanggul itu pula dipengaruhi hasil galian dari pipa PGN. Sebelumnya, memang ada galian pipa PGN di tanggul setempat. Namun, saat penutupan galian, ditengarai material untuk menutup galian kurang padat.

Sehingga, saat terjadi aliran air yang deras, membuat tanggulnya jebol. “Kemungkinan juga karena urukan bekas galian pipa kurang padat,” tambahnya.

Kepala Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Rizky Wahyuni menguraikan, jebolnya tanggul di Dusun Minggir, Kecamatan Cangkringmalang, itu membuat warga Karangkletek, Desa Kedungringin, waswas. Mereka khawatir, air dari DAS Wrati meluap hingga ke permukiman warga.

“Ada sekitar 40 KK yang terdampak di Dusun Karangkletek. Karena lokasinya memang berdekatan dengan tanggul yang jebol,” sambungnya.

Karena itulah, pihaknya berharap agar ada penanganan permanen dari pemerintah. Supaya warganya tidak lagi dibuat khawatir dengan jebolnya tanggul tersebut.

Camat Beji Taufiqul Ghoni mengungkapkan, jebolnya tanggul tersebut berdampak terhadap sekitar 140 KK. Selain di Dusun Karangkletek, Desa Kedungringin, juga ada sekitar 100 KK di Dusun Minggir, Desa Cangkringmalang, yang terdampak. “Selain itu, ada pula 13 hektare lahan persawahan di sekitaran yang terendam,” jelasnya.

Photo
Photo
AKIBAT HUJAN: Selain rumah, tanggul yang jebol juga mengancam ratusan haktare sawah, bila sungai Wrati meluap. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Pihaknya mengaku, sudah melaporkan kejadian tersebut ke BPBD Kabupaten Pasuruan. Sejauh ini, penanganan sudah dilakukan. Namun sifatnya masih kedaruratan.

“Kami sudah laporkan ke instansi terkait di lingkungan Pemkab. Kami berharap bisa diteruskan ke BBWS Brantas selaku pemilik kewenangan untuk dilakukan penanganan,” tambahnya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Pasuruan Khusaini menyampaikan, penanganan kedaruratan sudah dilakukan. Selain memasang sandbag, juga dipasang sesek dari bambu.

“Ada sekitar 200 sak sandbag yang dipasang. Ada pula sesek dari bambu yang dipasang untuk menahan luberan air,” pungkasnya. (one/hn/fun) Editor : Fandi Armanto
#tanggul das wrati jebol #tanggul cangkringmalang jebol #sungai wrati