Seperti yang terpantau radarbromo.jawapos.com di Kecamatan Rejoso. Banjir sampai membuat SMPN 1 Rejoso, tergenang hingga selutut orang dewasa. Air tak hanya masuk ke halaman sekolah. Tapi juga ke ruangan kelas, perpustakaan hingga laboratorium.
Saat berkunjung kesana, hanya ada beberapa guru yang terlihat. Di antaranya, Khusaeni, Kasek SMPN 1 Rejoso. Menurut dia, banjir mulai menggenangi sekolah sejak Selasa (7/1) malam. Memasuki pagi hari, sejumlah siswa sejatinya ada yang datang. “Tapi karena kondisi darurat kami memutuskan untuk meminta siswa belajar di rumah,” kata Khusaeni.
Dia mengatakan, saat air mulai masuk, sekolah mengambil langkah pengamanan dengan mengevakuasi sejumlah barang. Seperti benda elektronik dan sejumlah buku. “Ada buku yang terendam tapi tidak banyak karena berhasil dipindah lebih dahulu,” kata Khusaeni.
Sementara itu, banjir juga membuat aktivitas warga di Rejoso terganggu. Seperti di Dusun Krajan, Desa Kedungbako. Warga sejak malam, fokus menyelamatkan barang-barang mereka hingga pagi hari. Sampai Rabu (8/1) pagi, warga tak bisa beraktivitas, termasuk masak untuk makan.
Alhasil, sejumlah warga mengaku ada yang lapar. “Terutama warga yang dapur rumahnya terendam air. Kami belum makan sejak pagi,” terang Hasani, salah satu warga Dusun Krajan, Desa Kedungbako.
Informasi yang diperoleh, bukan hanya di Rejoso banjir terjadi. Sejumlah titik di Winongan, Pohjentrek dan Kraton, tergenang air. (ube/fun)