Dari pantauan radarbromo.jawapos.com, hujan memang melanda Pasuruan sejak pukul 14.00. Intensitas hujan bahkan cukup tinggi dan nyaris tak mereda hingga menjelang malam.
Memasuki malam hari, warga di sekitar 3 sungai yakni Welang, Petung dan Gembong, mulai “bersiap diri”. Ada yang mengamankan barang berharganya, sebagian mencari tempat mengungsi untuk keamanan. Banjir pun mulai masuk ke permukiman warga hingga jalanan.
Seperti yang terpantau di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggungrejo, yakni di 2 RT, RT 1. Hingga pukul 23.45, kawasan ini yang paling terparah terdampak banjir yang disebabkan luapan sungai Gembong. Begitu pula dengan warga di sekitar sungai Welang dan Petung.
“Kawasan terdampak, sungai Welang ada di Dusun Karangasem, Kelurahan Karangketug, Gadingrejo. Untuk Sungai Petung di sekitar Bigul Kidul. Sementara sungai Gembong merendam sejumlah wilayah di Petamanan, Karangwingko, Kebonsari,” beber Ketua Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Pasuruan, Samsul Hadi.
Menurut Samsul Hadi, banjir disebabkan hujan kiriman dari wilayah atas. “Disaat bersamaan, kondisi air laut sedang pasang. Sehingga membuat beberapa wilayah terendam. Sejauh ini sudah ada yang surut,” beber Samsul Hadi.
Bersamaan dengan banjir, Pemkot Pasuruan tanggap memberikan bantuan. Bahkan PLt Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyi, ikut terjun ke sejumlah lokasi banjir. Teno-panggilan akrab PLt Wali Kota bahkan terlihat, memberikan bantuan makan kepada warga terdampak.
Teno menyebutkan, pemkot fokus untuk berupaya menolongwarga tidak dalam kondisi lapar. “Begitu juga dengan bantuan evakuasi. Tim tagana saya dengar juga sempat mengevakuasi manula,” kata Teno saat ditemui di lokasi banjir di wilayah Kebonsari.
Dia pun berharap, banjir di awal 2020 ini, menjadi bencana terakhir. Meski begitu, pemkot juga sudah menyiapkan untuk tanggap bencana. Seperti posko, hingga anggaran yang dapat dikucurkan sewaktu-waktu. “Ketika banjit, warga harus bisa tertangani,” kata Teno. (ube/fun) Editor : Fandi Armanto