Selama ini, para tetangganya di Dusun Tambak, Desa Curah Sawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, mengenal korban sebagai sosok yang baik. Korban juga dikenal rajin ke masjid dan akrab dengan tetangganya.
Kepala Dusun Karanganyar Irwan, 35, misalnya, mengenal korban sebagai sosok yang baik. Setiap hari, korban pergi ke masjid dan sering menjadi muazin di masjid dekat rumahnya.
“Saya kaget Pak Syarif meninggal di kolamnya. Setahu saya sosoknya sangat baik dan tak pernah bermasalah dengan warga,” ujarnya.
Menurutnya, korban setiap hari memang pergi ke kolam untuk mengecek kondisi kolam miliknya. Sudah lama korban memiliki kolam ikan, selain berprofesi sebagai petani.
“Beliau pasti menyempatkan datang ke kolam. Biasanya malam hari atau setelah subuh. Itu dilakukannya hampir tiap hari,” ujarnya.
Suroso, 45, tetangga korban yang lain juga menyebut, korban sosok yang baik. Setiap hari, dia bertemu korban. Bahkan, Suroso sempat berkomunikasi dengan korban sehari sebelum ditemukan tewas di kolam ikan miliknya. Menurutnya, dalam berkomunikasi korban tidak pernah menyinggung atau melukai perasaan orang lain.
“Hari Senin malam kami sempat tahlilan bersama. Ya biasa saja, tidak ada keanehan. Orangnya juga suka bercanda, walaupun kadang memang sedikit tegas. Namun, warga paham karakter korban,” ujarnya.
Suroso pun mengaku sempat tak percaya mendengar kabar korban tewas dengan kondisi kaki dan tangan terikat. Dengan kondisi seperti itu, menurutnya, memang diduga korban tewas dibunuh.
“Saya kaget setelah dikabari warga. Kalau dilihat dari waktu ditemukan, sepertinya memang dibunuh. Semoga saja polisi bisa segera mengungkap pelakunya,” harapnya. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin