Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Curahsawo Ditemukan Tewas Terikat di Kolam Ikan Sendiri

Jawanto Arifin • Rabu, 25 Desember 2019 | 14:03 WIB
Photo
Photo
GENDING, Radar Bromo - Semalam tidak pulang, Mustofa Syarif, 69, ditemukan tewas mengambang di kolam ikan miliknya di Karanganyar, Desasurah Sawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Korban ditemukan anaknya, Yuni Sarifa, 35, Selasa (24/12), pukul 07.30.

Kuat diduga, korban yang tinggal di Dusun Tambak, Desa Curahsawo, itu tewas dibunuh. Sebab, saat ditemukan, kondisi tangan dan kakinya terikat. Badannya tertelungkup, mengambang di kolam ikan miliknya.

Peristiwa itu langsung dilaporkan oleh perangkat Desa Curahsawo ke Polsek Gending. Saat itu juga, petugas Polsek Gending mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolsek Gending AKP Ohim mengatakan, pihaknya mendapat laporan penemuan mayat dari perangkat Desa Curahsawo. Mendapat laporan itu, pihaknya bersama Polres Probolinggo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Kami mendapatkan laporan dari perangkat desa sekitar pukul 08.00. Setelah berkoordinasi dengan Polres Probolinggo, kami kemudian mendatangi TKP,” ujarnya.

Kapolsek Gending menyebut, korban kali pertama ditemukan oleh anak keduanya, Yuni Sarifa, 35. Yuni saat itu sengaja datang ke kolam untuk mencari korban. Sebab, korban tidak pulang semalaman.

Pada Senin (23/12), pukul 19.00, korban pamit pergi ke kolam ikan pada keluarganya. Tiap hari, korban memang selalu menjaga kolam ikan miliknya di Dusun Karanganyar. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumahnya.

Lokasi kolam ikan milik korban itu, berdekatan dengan lahan milik TNI AL di Bukit Bentar. Di sekitarnya merupakan hutan. Di dusun itu, korban mempunyai dua kolam ikan yang posisinya berdekatan.

Biasanya, korban menjaga kolam ikan pada malam hari, selepas salat Isya atau pagi setelah salat Subuh. Namun, tidak lama. Hanya sekitar 2 sampai 3 jam, korban lantas pulang.

Namun, pada Senin (23/12) malam itu, korban tidak pulang semalaman. Keluar rumah pukul 19.00, sampai esok harinya korban tidak juga tiba di rumah.

Keluarga korban pun resah. Anak korban, Yuni, lantas berinisiatif mencari korban ke kolam ikan, Selasa (24/12) pagi. Sebab, korban malam harinya memang pamit ke kolam ikan.

Alangkah kagetnya Yuni, di salah satu kolam ikan milik korban itu, dia melihat sesosok mayat mengambang. Setelah dicek, Yuni makin kaget. Sebab, mayat itu ternyata ayahnya.

“Karena tidak pulang, Selasa sekitar pukul 07.30, anak korban lantas mengecek ke kolam ikan. Dan saat itu diketahui ayahnya meninggal. Dia lantas melaporkan kepada keluarga dan perangkat desa,” tuturnya. (ar/hn) Editor : Jawanto Arifin
#polsek gending #polres probolinggo #pembunuhan gending #tewas dibunuh