Puluhan miliar disiapkan untuk membenahi ratusan madin tahun ini. Kepala Bidang Pergurag pada Dispendik Kabupaten Pasuruan M. Yusuf mengungkapkan, pembenahan madin di Kabupaten Pasuruan merupakan bentuk tanggung jawab dalam merealisasikan program. Yakni, program wajib madin serta peningkatan karakter anak di Kabupaten Pasuruan.
Karena itulah, alokasi untuk pembenahan Madin disiapkan. Karena beberapa madin di Kabupaten Pasuruan memang membutuhkan sentuhan.
"Banyak madin yang kondisinya kurang menunjang. Sehingga, membutuhkan sentuhan pembenahan agar lebih baik. Ini merupakan wujud dari Pemkab dalam merealisasikan program wajib madin di Kabupaten Pasuruan," jelas Yusuf.
Sebanyak 259 madin dibenahi Pemkab tahun ini. Pembenahannya beragam. Ada yang pembenahan atap, lantai, atapun pembangunan ruangan.
Dana yang digulirkan untuk setiap Madin bervariasi. Rata-rata antara Rp 40 juta hingga Rp 100 juta. Total anggaran yang dikeluarkan Pemkab tahun 2019 mencapai Rp 25 miliar.
Besarnya anggaran tersebut, kata Yusuf, tentu bukan hanya untuk rehab Madin semata. Ada rehab gedung lain yang juga ditangani. Seperti gedung TPQ, RA, MI, hingga MTs.
Untuk TPQ ada sebanyak 118 lembaga yang disokong. Sementara untuk RA, ada setidaknya 99 lembaga. Sementara, MI ada 103 lembaga dan untuk MTs ada 60 lembaga.
"Total ada 639 lembaga yang kami tangani. Bukan hanya Madin, tetapi lembaga lain. Baik TPQ, RA, MI, hingga MTs. Saat ini prosesnya sudah rampung dikerjakan," ujarnya. (one/mie) Editor : Jawanto Arifin