Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bayi Cantik Ini Dibuang di Hutan Gading, Hanya Dibungkus Sarung

Fandi Armanto • Rabu, 20 Februari 2019 | 04:50 WIB
Photo
Photo
GADING – Peristiwa bayi dibuang kembali terjadi di Probolinggo, Selasa (19/2) sore. Kali ini bayi malang, dibuang di Dusun Tomangan, Desa Betek Taman, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Bayi tersebut dibuang di hutan di desa setempat, dengan hanya dibungkus kain sarung.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, bayi yang ditemukan tersebut berjenis kelamin perempuan. Bayi itu pertama kali ditemukan oleh warga setempat. Saat ditemukan sekitar pukul 17.30, bayi tersebut terbungkus sebuah kain sarung bercorak batik.

Mendengar adanya penemuan bayi, kontan warga yang ingin mengetahui kebenaran kabar itu berbondong bondong untuk melihatnya. Mereka penasaran dan iba, mengapa bayi tersebut sampai dibuang ke hutan.

Photo
Photo

BARU DILAHIRKAN: Saat ini bayi tersebut sudah dalam perawatan di puskesmas di Desa Bago, Kecamatan Besuk. (Foto: Istimewa)

Kepala Desa Betek Taman Mahfud mengatakan, bayi perempuan itu ditemukan warga yang hendak pergi ke puskesmas. Warga tersebut hendak memeriksakan anaknya. Tiba-tiba ditengah jalan, selendang yang digunakan untuk menggendong anaknya itu lepas.

Sehingga kemudian, yang bersangkutan berhenti untuk membetulakannya. "Nah, saat itulah warga melihat ada bungkusan kain. Merasa curiga kemudian oleh warga itu tadi di hampiri untuk di lihat, " kata Mahfud.

Betapa kaget warga itu ketika didekati dalam bungkusan kain itu ada seorang bayi. Sehingga kemudian turut serta dibawanya. "Bayi itu langsung dibawa ke puskesmas oleh yang menemukan, " kelas kades. (sid/fun) Editor : Fandi Armanto
#bayi dibuang #anak haram #bayi dibuang di betek taman #bayi dubuang di hutan #polsek gading #bayi dibuang di gading