SOBAT Desain, seni menata huruf sejatinya bergantung pada karakter huruf itu sendiri. Apakah mudah untuk diekstak menjadi seni tipografi atau justru sebaliknya. Huruf-huruf memiliki karakter tergantung pada penciptanya, di balik indahnya bentuk dan kegunaan adalah peran sang kreator.
Membuat font sendiri kini semakin mudah berkat banyaknya perangkat lunak desain tipografi yang tersedia. Setiap software menawarkan fitur, kemudahan penggunaan, dan workflow yang berbeda.
Nah, artikel ini membahas beberapa software pembuat font terbaik, lengkap dengan perbandingan kelebihan dan kekurangannya:
FontLab Studio
FontLab adalah salah satu software profesional paling populer di industri desain huruf. Banyak desainer tipografi besar menggunakannya untuk produksi font komersial.
Kelebihan
Fitur sangat lengkap untuk desain huruf profesional.
Mendukung banyak format: OTF, TTF, WOFF, dan variable font.
Precision tool untuk editing kurva Bézier (setingkat industri).
Fitur auto-hinting dan auto-kerning yang kuat.
Kekurangan
Harga mahal (sekitar $500+).
Kurva belajar cukup tinggi bagi pemula.
Antarmuka tampak padat dan kompleks.
Glyphs App (khusus macOS)
Glyphs banyak digunakan oleh desainer huruf modern karena tampilannya bersih dan workflow yang efisien.
Kelebihan
UI minimalis dan mudah dipahami.
Sangat bagus untuk membuat variable font dan multi-master.
Workflow cepat, cocok untuk produksi banyak font.
Banyak plugin dan skrip Python siap pakai.
Kekurangan
Hanya tersedia di macOS.
Versi penuh (Glyphs 3) berbayar.
Sebagian fitur lanjutan, memerlukan scripting.
FontForge (Gratis & Open Source)
FontForge adalah software pembuat font yang sepenuhnya gratis dan open-source, banyak digunakan untuk pembelajaran atau bagi yang butuh solusi tanpa biaya.
Kelebihan
100 persen gratis dan open-source.
Mendukung banyak format: TTF, OTF, SFD, SVG, WOFF.
Bisa digunakan di Windows, Mac, dan Linux.
Sangat fleksibel dengan scripting Python.
Kekurangan
UI klasik dan terkesan kuno.
Ada kurva belajar cukup tinggi.
Beberapa fitur kurang modern dibanding FontLab atau Glyphs.
BirdFont
BirdFont adalah software font gratis (donationware) yang cukup mudah digunakan terutama oleh pemula.
Kelebihan
Antarmuka sederhana dan bersih.
Cocok untuk pemula yang ingin belajar membuat font dari nol.
Mendukung ekspor TTF, OTF, dan SVG.
Tools menggambar cukup intuitif.
Kekurangan
Tidak sekuat FontLab atau Glyphs untuk produksi profesional.
Kurang kuat untuk variabel font dan hinting.
Fitur kerning masih terbatas.
FontCreator (Windows)
FontCreator adalah software font yang populer di Windows dan cocok untuk pengguna yang menginginkan desain font tanpa terlalu rumit.
Kelebihan
UI ramah pengguna.
Tools lengkap dan mudah dipelajari.
Bagus untuk membuat font tulisan tangan dari scan.
Pengaturan kerning cukup mudah.
Kekurangan
Hanya tersedia di Windows.
Beberapa fitur lanjutan memerlukan versi Pro.
Kurang ideal untuk produksi variable font.
Calligraphr (Online)
Calligraphr memungkinkan pengguna membuat font dari tulisan tangan dengan cara mudah: cukup cetak template, tulis, scan, dan upload.
Kelebihan
Sangat mudah digunakan oleh pemula.
Tidak perlu software khusus—cukup browser.
Cepat membuat font handwriting pribadi.
Gratis untuk versi dasar.
Kekurangan
Fitur terbatas.
Tidak cocok untuk produksi font profesional.
Versi gratis membatasi jumlah karakter atau font style.
Prototypo (Online, Parametrik)
Prototypo memungkinkan pembuatan font parametrik melalui slider (tinggi, ketebalan, lebar, serifs, dan lainnya).
Kelebihan
Cocok untuk eksperimen dan desain cepat.
Pembuatan font otomatis berbasis parameter.
Antarmuka modern dan mudah dipahami.
Kekurangan
Tidak memberikan kontrol manual setingkat FontLab/Glyphs.
Berbasis langganan.
Tidak ideal untuk fitur lanjutan seperti variabel font kompleks.
Nah, di antara tujuh software di atas, Sobat Desain bisa ngulik dan berkreasi. Hasil karya Sobat juga bisa dijadikan cuan lho... Dengan menjualnya di platform digital yang ada saat ini. Bagaimana menurut Sobat Desain? (asa/fun)
Editor : Abdul Wahid