Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desain Jersey Sepak Bola, dari Kain Tebal hingga Teknologi Modern

Achmad Syaifudin • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 16:10 WIB
ILUSTRASI Main Desain
ILUSTRASI Main Desain

SOBAT Desain, jersey sebuah tim bukan hanya seragam yang membedakan dengan tim lain. Tapi juga menjadi simbol dan identitas tim dan penggemar, serta elemen penting dalam branding dan pemasaran klub. 

Contohnya saja jersey tim sepak bola. Awal mula, jersey sepak bola ada pada abad ke-19. Era saat sepak bola modern mulai berkembang di Inggris.

Pada masa itu, pemain tidak memiliki seragam khusus. Mereka bermain dengan pakaian biasa: kaos berlengan panjang dari bahan wol tebal dan celana panjang.

Klub-klub awal seperti Sheffield FC (didirikan 1857) mulai mengenakan warna tertentu untuk membedakan diri dari lawan.

Barulah pada tahun 1870-an, penggunaan jersey klub resmi mulai diterapkan. Tiap klub memiliki warna dan pola khasnya, biasanya berbentuk garis-garis (stripes) atau blok warna tunggal.

Seragam bola terus berkembang baik desain dan material pada 1900–1950-an. Pada awal abad ke-20, jersey dibuat dari bahan katun tebal atau wol rajut—tidak nyaman, berat saat basah, dan menyerap keringat.

Modelnya sederhana: kerah lipat, lengan panjang, dan tidak ada logo sponsor atau nama pemain.

Seiring berkembangnya liga-liga profesional, klub mulai menambahkan lambang tim (crest) pada dada kiri jersey. Identitas klub menjadi semakin penting.

Revolusi jersey dimulai pada era 1960–1980-an. Pada 1960-an dan 70-an, jersey mulai berubah: Bahan diganti menjadi polyester dan nylon, lebih ringan dan cepat kering. Warna menjadi lebih cerah dan beragam.

Saat itu sponsor komersial mulai masuk. Klub Jerman Eintracht Braunschweig (1973) menjadi salah satu yang pertama memasang logo sponsor di dada.

Serta nomor punggung menjadi wajib, memudahkan wasit dan penonton mengenali pemain.

Seperti pada klub ikonik Liverpool dan Adidas memperkenalkan jersey merah penuh dengan kerah putih minimalis di era 1980-an yang menjadi tren dunia.

 

Era Komersialisasi dan Identitas Global (1990–2000-an)

Jersey berubah menjadi produk fashion dan simbol kebanggaan fans: Klub menjual jersey replika secara masif. Setiap musim hadir desain baru (home, away, third kit). Perusahaan besar seperti Nike, Adidas, dan Puma berlomba merancang jersey inovatif. Nama dan nomor pemain dicetak resmi, memudahkan fans membeli jersey favoritnya. Dan Desain menjadi lebih berani dan eksperimental, menyesuaikan karakter klub dan tren global.

Era Modern: Teknologi dan Ekspresi Budaya (2010–sekarang)

Di era digital, jersey sepak bola tidak hanya alat bermain, tapi bagian dari identitas visual dan budaya populer: eknologi tinggi: bahan anti-keringat (Dri-Fit, ClimaCool), ventilasi pintar, dan desain ergonomis. kolaborasi seni dan mode:

Beberapa klub berkolaborasi dengan desainer atau brand fashion. Isu sosial & budaya diangkat melalui jersey (contoh: kampanye anti-rasisme, keberagaman, dukungan untuk Palestina, dll). Jersey Nigeria 2018 yang viral karena desain etnik modern yang unik dan cepat habis terjual.

Jersey sepak bola telah berkembang dari pakaian fungsional menjadi simbol identitas, gaya hidup, dan kebanggaan fans di seluruh dunia. Ia bukan sekadar seragam, tapi cermin dari sejarah, budaya, dan evolusi olahraga paling populer di planet ini.

Seperti halnya dengan jersey klub Manchester United (MU)—salah satu klub sepak bola paling ikonik di dunia dengan penjualan marcendise terlaris didunia. Seragam tim ini juga memilki sejarah yang panjang, berawal dari Newton Heath ke Ikon Global

Asal Usul: Newton Heath (1878–1902)

Sebelum menjadi Manchester United, klub ini dikenal sebagai Newton Heath LYR Football Club, didirikan oleh pekerja perusahaan kereta api Lancashire and Yorkshire Railway pada 1878.

Warna jersey awal: Hijau dan emas (green and gold) dengan garis-garis vertikal. Warna ini belakangan dihidupkan kembali oleh sebagian fans sebagai bentuk nostalgia dan protes terhadap kepemilikan klub (Glazer Out Movement).

Perubahan Nama dan Warna (1902–1920-an)

Pada 1902, Newton Heath resmi berubah nama menjadi Manchester United. Warna jersey pun berubah menjadi merah—yang kemudian menjadi ciri khas utama MU. Jersey awal sangat sederhana: merah polos, kerah putih, dan celana pendek putih.

Era Tradisional (1920–1950-an)

Pada masa ini, desain jersey MU tidak banyak berubah: Merah polos tanpa embel-embel. Logo klub belum ada di dada. Kaos berbahan wol, lengan panjang, dan cukup berat.

Momen bersejarah

Final Piala FA 1948: MU mengenakan jersey merah dengan celana putih dan kaus kaki hitam. Jersey biru (away) juga beberapa kali digunakan, terutama saat terjadi benturan warna.

Era Busby Babes dan Tragedi Munich (1950–1960-an)

MU menjadi simbol sepak bola menyerang dan penuh talenta muda. Jersey tetap simpel, tapi dikenang karena dikenakan oleh “Busby Babes”. Setelah tragedi Munich 1958, jersey merah dikenang sebagai simbol kesedihan dan kebangkitan klub.

Masuknya Sponsor dan Perusahaan Apparel (1970–1990-an)

Tahun 1975: MU bekerja sama dengan Admiral, brand apparel pertama yang memasukkan elemen desain dan logo pabrikan ke jersey.

Tahun 1982: MU menandatangani kontrak sponsor dengan Sharp Electronics—menjadi sponsor paling ikonik dalam sejarah klub, bertahan hingga 2000.

Jersey dengan logo Sharp menjadi favorit fans karena dikenakan oleh Era Eric Cantona. Kemenangan treble 1998–1999 (Premier League, FA Cup, dan Liga Champions).

Era Modern: Nike dan Adidas (2002–sekarang)

Nike (2002–2015): Menekankan desain simpel tapi stylish. Memperkenalkan varian jersey dengan pola unik (V-neck tahun 2009, desain “V” besar di dada untuk peringatan 100 tahun Old Trafford).

Jersey final UCL 2008 menjadi sangat ikonik, saat MU juara dengan skuad seperti Ronaldo, Rooney, dan Vidic.

Adidas (2015–sekarang): Adidas kembali sebagai sponsor apparel (pernah juga mensuplai jersey MU pada 1980-an).

Desain modern bertemu sentuhan retro.

Musim demi musim hadir desain baru yang menggabungkan estetika klasik dengan teknologi (Heat.RDY, Climalite, dan lain-lain). Menampilkan edisi khusus seperti “Icon Jersey”, “Human Race Jersey” hasil kolaborasi dengan Pharrell Williams.

Jersey MU telah menjadi simbol global, dikenakan fans dari Asia hingga Afrika. Sedangkan Jersey lawas menjadi barang kolektor.

Jersey away dan third kit juga menjadi lebih eksperimental: hitam, biru tua, bahkan motif camouflage atau marmer. Dan Jersey paling langka: Green and gold 1992 (ulang tahun ke-100).

Jersey MU sebagai Simbol Budaya

Jersey Manchester United bukan hanya seragam olahraga—ia adalah ikon budaya global.

Dari warna merah kebanggaan, sponsor legendaris seperti Sharp dan Vodafone, hingga kolaborasi artistik di era Adidas, jersey MU mencerminkan perjalanan klub: dari klub pekerja hingga raksasa industri olahraga modern. Tulisan ini dari berbagai sumber. (asa/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#jersey sepakbola #fashion #manchster united #tim #seragam