DALAM desain grafis, tools visual paling dasar adalah perihal tata letak. Jika dibagi, tata letak bisa dibuat menjadi dua jenis layout yang cukup distingtif atau menjadi pembeda yaitu simetri dan asimetri.
Simetri adalah menekankan pada keseimbangan. Desain-desain visual simetris fokus pada tata letak terpusat (centered layout). Sedangkan asimetri adalah lebih fokus pada pendistribusian elemen desain, cenderung lebih dramatis dan tegang, dan bergantung pada persepsi intuitif desainer.
Simetri dan Keseimbangan
Secara umum, simetri digunakan untuk membuat penataan elemen yang terpusat. Dalam artian, objek visual akan memiliki sisi yang sama jika dibagi menjadi dua.
Mata manusia terbiasa melihat objek dengan keseimbangan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering bertemu dengan objek-objek simetris.
Misal anatomi manusia dengan dua sisi yang sama di sebelah kanan dan kiri, atau pepohonan dengan ranting cenderung seimbang.
Anggapan tersebut juga berlaku dalam dunia desain grafis lho, Sobat Desain. Secara umum, desain-desain dengan layout simetris cenderung stabil dan seimbang.
Asimetri dan Dramatis
Berbeda dengan simetri, asimetri fokus pada penempatan objek visual yang tersebar di titik-titik acak.
Layout asimetri memang bertujuan untuk menghadirkan kesan dramatis. Mata kita diajak untuk bergerak bersama dengan objek-objek visual yang tersebar.
Desain asimetris biasanya menempatkan objek gambar, teks, hingga warna, secara acak atau bahkan terkesan tidak beraturan. Penempatan asimetri jamak dipakai dalam konsep desain visual yang memberi kesan muda, dinamis, dan kaya warna.
Penempatan teks dalam bentuk beragam dan kaya warna justru memberi kesan estetis sendiri. Asimetri bukannya tak beraturan, melainkan menjadi dinamis secara visual.
Bereksperimen dengan Simetri dan Asimetri
Meski secara umum simetri dikaitkan dengan keseimbangan dan asimetri dengan kedinamisan, bukan berarti keduanya dianggap sebagai hal eksklusif.
Yang pada akhirnya, baik simetri maupun asimetri hanya tools umum bagi desainer untuk berekspresi dalam karyanya.
Simetri juga bisa menghadirkan drama dan ketegangan meski dengan layout terpusat. Simetri juga menjani jalan ninja bagi desainer yang ingin memengaruhi audien untuk menentukan pilihan pada surat suara,, hehehe….
Desain dengan pola simetris akan lebih mudah bagi mata untuk menentukan pilihan, oleh karena itu, angka urut nomor 2 menjadi favorit bagi paslon jika ada 3 pasang pesaing. Secara natural nomor 2 akan berada dipusat sesuai dengan konsep simetri. Bagaimana menurut, Sobat Desain. (asa/fun)
Editor : Abdul Wahid