Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mencermati AI dalam Poster Pilpres 2024, Siapa Paling Berhasil?

Achmad Syaifudin Abdillah • Minggu, 31 Desember 2023 | 01:25 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JELANG Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, “Perang poster” semakin intens. Tiga tim pasangan calon menempuh berbagai strategi untuk menggaet pemilih.

Desain poster dan branding kontestan Pilpres masih terlihat sama, tidak ada yang istimewa. Tetapi, akhir-akhir ini ada satu pasangan mengusung konsep Out of The Box!

Bergambar poster lucu, mirip seperti poster film animasi anak-anak. Digambarkan dua paslon capres dan cawapres dengan karakter Animasi Gemoy dan Bocil.

Gemoy adalah istilah yang sering digunakan anak muda untuk menggambarkan tingkah laku seseorang yang menggemaskan. Bocil adalah akronim dari bocah cilik.

Tokoh dalam karakter tersebut yang tadinya digambarkan tangguh, kini berubah menjadi bertolak belakang. Terlihat lucu dan menggemaskan.

Tentu dalam pandangan desain, ini sungguh menarik. Dan meurut saya berhasil. Tentu, masih dalam sudut pandang desain ya Sobat Desain.. Tidak ada unsur politik,, hehehe..

Di dunia ini, siapa yang tidak suka dengan karakter anak kecil? Mungkin ini salah satu alasan yang dipilih oleh tim paslon, berbeda dengan dua kandidat pesaingnya yang masih mengusung konsep desain mainstream.

Seperti dalam artikel saya sebelumnya, branding desain dalam pusaran politik akan mementukan popularitas atau bahkan elektabilitas. Bagaimana Obama berhasil memenangkan pilpres Amerika 2008 dengan brading desain yang terkonsep out of the box, poster dengan wajah Obama bergaya pop art sukses merebut hati pemilih.

Bahkan, tim Obama menerbitkan Guiden Book untuk menjaga standar desain bagi para pendukung yang ingin membuat atau menggandakan poster Obama.

 

Era AI

Dengan bantuan teknologi Artificial Intelligence (AI) kecerdasan buatan, mesin mampu memciptakan karakter tokoh menjadi apa saja yang kita inginkan. Termasuk karakter Gemoy dan Bocil.

Lantas apa itu AI? Konsep AI pertama kali muncul pada tahun 1956. Ketika para ilmuwan merintis langkah pertama dalam pengembangan kecerdasan buatan.

Namun, pada tahun-tahun berikutnya, perkembangan AI mengalami periode yang dikenal sebagai “musim dingin AI”. Minat dan dukungan terhadap teknologi ini menurun drastis.

Barulah pada tahun 2000-an, kemajuan dalam teknologi komputer dan perkembangan algoritma memulai era baru dalam perkembangan AI.

AI tidak hanya digunakan untuk bidang desain, tetapi  juga digunakan di bidang kesehatan: Diagnostik medis yang lebih akurat dan pengembangan obat lebih cepat.

Transportasi: Mobil otonom yang berpotensi mengurangi kecelakaan lalu lintas dan kemacetan. Keuangan: Analisis data yang canggih untuk prediksi pasar dan deteksi kecurangan.

Selanjutnya, Industri Manufaktur: Pengoptimalan proses produksi dan pemeliharaan peralatan. Hiburan: Rekomendasi konten yang disesuaikan dan pembuatan efek visual yang realistis. Salah satunya ada pada film Mission: Impossible – Dead Reckoning Part:1 yang dirilis 2023 yang mengusung alur cerita melawan mesin yang mampu mempredisksi bermiliar kemungkinan yaitu AI.

Perusahaan Software desain raksasa Adobe pun kini menyematkan AI dalam Adobe Firefly yang sudah dirilis. Aplikasi desain yang mengenali kata perintah dari user dan secara otomatis akan memproses secara algoritma menciptakan desain sesuai keinginan user.

Jadi, tidak diperlukan lagi skill desain, skill menggunakan tool, skill memainkan pen toll, dll, cukup dengan mengetik kata kunci maka BOOM..! desain tercipta. Ya..semudah itu, Sobat!

Gemoy dan Bocil rupanya tercipta dengan bantuan AI dan berhasil dalam “Perang Poster” Pilpres tahun ini. Tentu masih dalam sudut pandang desain ya, Sobat… Bagaimana Menutut Sobat Desain? (asa)

 

*(asa) Achmad Syaifudin Abdillah bukan Asrul Ananda!

Editor : Jawanto Arifin
#ai #pilpres #Artifical Intelligence