‘Yang’ yang telah tiba di puncak akan mundur. Guna menopang ‘yin’. Demikian pula ‘yin’ bila telah mencapai klimaksnya, akan surut untuk mendukung ‘yang’.
Wang Ch'ung (80 SM)
HALO Sobat Desain! Prinsip Keserasian (Harmoni), Keseimbangan (Balance), Kesebandingan (Proporsi), Irama (Ritme), Penekanan (Emphasis), Dan Kesatuan (Unity) adalah 6 prinsip dalam dunia desain. Sebuah pakem yang melibatkan rasa, kedalaman, dan perenungan dalam mencipta karya seni.
Ya, prinsip-prinsip yang sering kita abaikan dalam dunia desain, tekanan deadline dan permintaan klien membuat kita mengabaikan 6 prinsip ini. Mari Sobat Desain, kita kembali mengingat keenam pakem ini:
- Keserasian (Harmoni)
Keserasian merupakan prinsip desain yang diartikan sebagai keteraturan tatanan di antara bagian suatu karya. Keserasian merupakan suatu pola untuk memenuhi kaidah-kaidah estetik serta mengutamakan aspek keselarasan dan kepantasan.
Bentuk atau unsur yang diatur dengan mengulang sedikit kemiripan akan memberi kesan adanya gerakan (animasi).
- Keseimbangan (Balance)
Rasa yang diwakili dari diri pribadi manusia untuk merasakan keseimbangan dalam suatu bidang. Kekuatan diri pribadi manusia dalam merasakan keseimbangan karya desain dapat ditentukan oleh pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-hari.
Secara teknis keseimbangan dapat dicapai dengan berbagai kemungkinan di antaranya: Keseimbangan Simetris, Keseimbangan Asimetris.
- Kesebandingan (Proporsi)
Proporsi merupakan hubungan perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain, atau dengan elemen keseluruhan.
Kesebandingan dapat dijangkau dengan menunjukkan hubungan antara: Suatu elemen dengan elemen yang lain, Elemen bidang/ruang dengan dimensi ruang bidang/ruangnya. Dimensi bidang/ruang itu sendiri.
- Irama (Ritme)
Ritme berwujud abstrak dan hanya dapat dirasakan. Ritme terjadi adanya pengulangan pada bidang/ruang yang menyebabkan perasaan kita terjadi adanya gerakan, getaran, atau perpindahan dari unsur satu ke unsur lain.
Irama terjadi karena adanya gerak dan pengulangan yang mengajak mata melihat untuk mengikuti arah gerakan yang terjadi pada sebuah karya.
- Penekanan (Emphasis)
Dalam setiap bentuk komunikasi ada beberapa bahan atau gagasan yang lebih perlu ditampilkan daripada yang lain. Tujuan utama dalam pemberian emphasis adalah untuk mengarahkan pandangan pembaca pada suatu yang ditonjolkan.
Emphasis dapat dicapai misalnya mengganti ukuran, bentuk, irama, dan arah dengan memberi kasat mata.
- Kesatuan (Unity)
Kesatuan merupakan sesuatu yang memberikan kesan adanya keterpaduan tiap unsurnya. Hal ini tergantung pada bagaimana suatu bagian menunjang bagian yang lain secara selaras sehingga terlihat seperti sebuah benda yang utuh tidak terpisah-pisah. (*)
Editor : Jawanto Arifin