Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desain Grafis Bukan Desain Gratis

Achmad Syaifudin Abdillah • Sabtu, 25 November 2023 | 22:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Oleh: Achmad Syaifudin Abdillah


SOBAT Desain, profesi desainer grafis atau lebih dikenal sebagai Graphic Design merupakan sebuah profesi atau pekerjaan. Untuk menciptakan ilustrasi, tipografi, fotografi, atau motion graphic. Baik untuk penerbit maupun media cetak dan elektronik.

Seorang desainer grafis bertanggung jawab atas tampilan suatu produk pada media promosi. Tugasnya adalah menyampaikan informasi mengenai suatu produk secara menarik dengan mengakomodasi keinginan klien.

Tetapi, sering kali profesi ini dianggap sebagai hal yang sepele. Tak jarang, masih dianggap sebagai gratisan.

Kesadaran akan fungsi dan kehadiran sentuhan desain masih kurang pada lingkungan kita. Sobat Desain mungkin pernah disambati untuk mendesain sesuatu dan pada akirnya menjadi “Proter” atau proyek terima kasih, hehehe...

Sobat, profesi ini sejatinya sangat prestice di luar negeri. Gaji seorang desainer di atas gaji profesi dokter. Tetapi, berbanding terbalik di negeri kita ini, hehehe...

Untuk menjadi seorang desainer, sama seperti profesi pada umumnya. Membutuhkan pendidikan khusus, pelatihan, dan lain sebagainya.

Sarana dan prasarana penunjang juga tidaklah murah, dibutuhkan komputer, laptop, tablet, yang speknya di atas rata-rata dan itu mahal.

Memang, hasil karya desainer grafis berbeda kualitas. Seperti pada artikel saya sebelumya, desainer grafis kelahiran Jepang yang sukses dipercaya brand ternama Cina “Xiaomi” untuk mendadani logo lama mereka, Xioami dengan rela membayar hampir Rp 5 miliar umtuk proyek ini.

Lantas bagaimana nasib desainer di negeri ini? Mendengar curhatan beberapa kawan yang jauh di sana dan masih satu profesi dengan saya, berkeluh kesah, “Diterusno opo ora kerjo iki, Kang, opo tak ganti dodol es tebu (Dilanjutkan apa tidak pekerjaan ini, Kang? Apa Ganti profesi jadi penjual es tebu)?”. Tentu dengan nada bercanda yang satir.

Tetapi, di daerah yang berbeda, ada juga yang mensyukuri profesi ini. Bahkan, taraf hidupnya di atas kelas menengah. Circle sosialnya bahkan para selebriti tanah air. Ia sebagai motion graphic di sebuah “Production House” PH, yang membidani beberapa film tanah air. Bahkan, dalam satu unggahan sosmed-nya, ia diundang dalam pagelaran Penganugerahan Piala Citra.

Sobat, sejatinya profesi ini sangatlah “keren” kalau kita dibayar dengan dolar! hehehe,,, Ya.. tren desainer tanah air berpindah habitat. Menjadi desainer freeland secara online.

Bekerja di rumah, dalam kamar, di kafe, rest area, di pucuk-pucuk gunung, di lautan, di mana-mana bisa. Dan, dibayar dengan dolar.

Banyak contoh nyata yang berhasil di jalur ini. Dan, mampu naik kelas menjadi desainer profesional dan hidup dengan sangat layak. Dan mereka dijamin tidak akan ketemu dengan bule yang suka bilang, Gratis yo Sob,,,Ayo Ngopi.. hehehe,,

Bagaimana Menurut Sobat Desain? (*)

Editor : Jawanto Arifin
#desain grafis