JIKA sobat desain hidup pada era 60an, 70an, atau 80an, Sobat akan senang mengetahui bahwa desain retro masih hidup dan sehat!
Sejak muncul kembali pada tahun 2019, tren desain grafis retro telah mendominasi ruang desain.
Bermunculan di mana-mana. Mulai dari desain industri, interior dan grafis hingga media sosial dan budaya pop.
Melihat hal-hal yang familiar dan penuh nostalgia. Melalui sudut pandang modern, perusahaan, seniman, dan desainer telah menempatkan gaya desain grafis retro dengan tangan terbuka.
Bahkan, merek terbesar dunia seperti Nike, telah menyematkan desain retro ke dalam kampanye periklanan mereka.
Lihatlah tren sepatu sneaker Air Jordan, yang mendaur ulang tren retro 80 an.
Kebangkitan retro telah benar-benar meledak selama setahun terakhir. Membawa banyak tren, teknik, dan gaya.
Jadi, jika sobat ingin mengetahui cara mendapatkan nuansa retro dan mengintegrasikan lebih banyak pengaruh tahun 60an, 70an, atau 80an ke dalam desain sobat, inilah panduan praktis yang saya rangkum secara berkala untuk segala hal yang bersifat retro!
Seni Pop (Pop Art)
Meskipun pertama kali muncul pada akhir tahun 1950an, Pop Art terus berlanjut hingga tahun 1960an. Bermunculan di mana-mana.
Mulai dari periklanan dan buku komik hingga seni rupa. Tren ini dipopulerkan oleh tokoh-tokoh terkemuka. Yaitu, Andy Warhol dan Roy Lichtenstein.
Menekankan simbol-simbol klise budaya populer dengan unsur-unsur modern, warna-warna cerah.
Serta sentuhan ironi, seni pop masih hidup dan berkembang hingga saat ini – khususnya di media sosial dan di kalangan komunitas seni online.
Seni Optik dan Pola Kaleidoskopik
Seni Optik adalah istilah yang diciptakan pada tahun 1964 oleh majalah Time. Untuk
Menggambarkan bentuk desain abstrak yang menciptakan ilusi menggunakan ruang positif dan negatif.
Aliran ini dengan cepat menjadi salah satu tren terbesar era itu. Kadang-kadang membangkitkan kesan gerakan, kadang-kadang mengungkapkan adegan-adegan yang berbeda tergantung pada fokus audiens, Seni Optik memainkan hubungan figur-dasar.
Bersamaan dengan Seni Optik muncul tren Pola Kaleidoskopik.
Dibuat dengan memutar tabung cermin yang berisi kaca berwarna, pecahan manik-manik, dan cermin.
Desain geometris yang penuh warna dan memesona ini bergema dalam seni, desain, dan dekorasi sepanjang tahun 1960-an, dan masih tetap menjadi tren hingga saat ini, khususnya dalam desain video dan animasi.
Warna Cerah
Berani, cerah, dan indah, tahun 1960-an membawa warna pada sisa-sisa budaya tahun 1950-an yang seringkali membosankan.
Mengganti warna-warna pastel dan warna-warna tanah dengan warna neon terang.
Penggunaan warna merupakan tanda pemberontakan seiring dengan dimulainya Gerakan Free Love and Flower Power pada kaum muda eropa.
Warna-warna cerah kembali menjadi mode tahun ini, karena semakin banyak desainer yang memadukan warna cerah dan konvensi desain Psychedelic.
Desain Psychedelic
Akhir tahun 60-an membawa gaya desain baru yang terinspirasi oleh gerakan psikedelik.
Sebagian besar dipengaruhi oleh obat-obatan halusinogen yang membuat pikiran berhalusinasi populer di tahun 60an.
Gaya 'Psychedelic' segera muncul sebagai genre desain tersendiri yang mencakup seni, film, mode, dan musik.
Desain psikedelik masih menjadi tren besar saat ini, ditentukan oleh bentuknya yang mengalir. Tipografi yang digambar manual tangan, warna cerah, dan tema seperti mimpi.
Para musisi, dan band pada masa itu berperan besar dalam mempopulerkan gaya desain Psychedelic.
Cover-cover album mereka sangat kental dan menjadi tren desain grafis anak muda, kaus-kaus, poster, media promosi menjadi penuh warna bergaya halusinasi.
Gaya desain era 60-an masih berlanjut di era 70-an sampai 80-an. Munculnya desain2 bergaya Hipies, Punk, Neon, dan sealiran lainnya, untuk itu kita lanjutkan minggu depan ya sobat! Salam desain. (bersambung)
Editor : Jawanto Arifin