------------------------------------------------------------------------------------------------
Misteri yang autentik dalam dunia desain, ya,, golden ratio. Dalam artikel awal, kita sudah mengenal pengertian golden ratio secara singkat. Angka-angka matematis yang membuat karya desain sobat menjadi seimbang, ringan, dan estetik.
Kali ini, kita kembali mengenal apa itu golden ratio. Tetapi, kali ini kita akan lebih mendalam memahaminya. Serta, bagaimana penerapannya dalam urusan Layout dan tipografi.
Seperti sobat pahami, mengetahui bagaimana penerapan golden ratio dalam desain dapat membuat karyamu lebih hidup dan menarik. Memang, seni adalah hal yang subjektif. Tapi, salah satu faktor yang menjadikan suatu karya terlihat menarik adalah karena karya tersebut menggunakan golden ratio.
Lebih jauh, hal ini juga sering menjadi bukti bahwa keindahan wajah manusia juga dikarenakan komposisi wajah yang sesuai dengan golden ratio. Apa sebenarnya golden ratio? Seperti apa pula penerapan golden ratio pada suatu desain?
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pengertian Golden Ratio
Sebelum membahas lebih jauh mengenai penerapannya, maka sobat desain haruslah mengetahui terlebih dahulu apa itu golden ratio sebenarnya.
Golden ratio adalah nilai matematis dari dua objek yang rasionya sama dengan ketika kedua objek tersebut digabungkan. Perhitungan ini didasarkan dari deret Fibonnaci, yakni merupakan suatu deret angka yang nilai setelahnya adalah penjumlahan dari angka sebelumnya.
Deret Fibonacchi sendiri adalah 0,1,1,2,3,5,8, dan seterusnya. Setelah dilakukan perhitungan, ditemukanlah nilai 1,618. Golden ratio sering ditemukan di alam. Oleh karenanya, banyak juga yang mengatakan bahwa rasio ini adalah rasio alami.
Cukup banyak benda yang menerapkan golden ratio. Oleh karenanya, sebagai desainer, untuk dapat membuat sesuatu yang lebih menarik dan terlihat hidup, maka sobat perlu menerapkan golden ratio dalam desain yang dibuat.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Menerapkannya
Setelah mengetahui penjelasan di atas, akan menjadi lebih mudah untuk sobat menerapkan golden ratio dalam sebuah desain. Sobat desain cukup mengalikan ukuran suatu elemen senilai 1,618. Maka, akan mendapatkan komposisi sesuai dengan golden ratio dalam desainmu.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Hierarki penulisan
Salah satu penerapan yang dapat sobat lakukan adalah pada hierarki penulisan. Seperti diketahui, salah satu prinsip dalam membuat suatu desain adalah adanya hierarki penulisan.
Hal ini untuk membedakan antara tulisan untuk judul, isi, atau tulisan mana yang menjadi pesan utama.
Dengan menggunakan golden ratio, maka sobat dapat lebih mudah menentukan hierarkinya.
Contoh sederhananya adalah, jika ukuran huruf/ font untuk body text berukuran 12pt, maka ukuran untuk header adalah nilai golden ratio, 1,618 x 12 = 19, 416 atau dibulatkan menjadi 20pt.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Meletakkan Elemen pada Desain
Penerapan golden ratio dalam desain selanjutnya adalah pada saat meletakkan elemen pada suatu desain. Tentu, untuk membuat tampilan desain yang menarik, sobat desain tak bisa asal dalam meletakkan tiap elemen-elemennya.
Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan golden ratio. Sobat desain dapat membagi lembar kerja ke dalam beberapa bagian yang sesuai dengan nilai golden ratio. Mudahnya, sobat desain cukup meletakkan spiral golden ratio pada lembar kerja dan letakkanlah elemen sesuai dengan golden ratio tersebut.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Komposisi pada Layout
Selanjutnya, golden ratio juga bisa sobat terapkan dalam pembuatan layout. Hal ini dapat bermacam-macam. Seperti untuk keperluan desain web, majalah, bahkan poster.
Dengan penerapan ini, maka klien akan lebih nyaman dalam melihat konten yang ditampilkan. Hal ini karena adanya proporsi yang jelas antara suatu konten utama dengan konten pendukung.
Cara melakukannya hampir sama dengan menentukan hierarki font, sobat desain cukup menghitung ukuran konten utama terhadap konten pendukung berdasarkan rasio tersebut. Hal lain, sobat juga bisa menggunakan spiral golden ratio untuk menentukannya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------
- Pembuatan Logo
Cukup berbeda dengan yang sebelumnya, pada kali ini sobat perlu menentukan bentuk dasar dari logo yang dibuat. Apakah lingkaran, persegi, atau segitiga?
Setelah menentukan, kemudian sobat dapat meng-copy bentuk tersebut sebanyak-banyaknya. Namun, dengan ukuran berdasarkan golden ratio tersebut.
Selanjutnya, sobat dapat meletakkan berbagai bentuk dasar tersebut, sesuai dengan bentuk logo yang diinginkan. Langkah terakhir adalah membuat kembali logo berdasarkan bentuk dasar yang telah sesuai dengan golden ratio.
Nah, itulah beberapa penjelasan mengenai golden ratio dalam desain yang perlu sobat desain ketahui kembali. Jika sobat tertarik mengembangkan karier sebagai desainer, sobat dapat mengasah skill desain secara rutin dengan berbagai teori yang sudah sobat pahami. Salam main desain. (*) Editor : Ronald Fernando