Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pop Art yang Tetap Digemari sampai Saat Ini

Jawanto Arifin • Sabtu, 28 Januari 2023 | 20:30 WIB
SEARAH JARUM JAM: Poster Marilyn Monroe, Wedha Abdul Rasyid dan potret Jokowi karyanya, Kursi Listrik, Kaleng Sup Campbell dan foto diri Andy Warhol. (Istimewa)
SEARAH JARUM JAM: Poster Marilyn Monroe, Wedha Abdul Rasyid dan potret Jokowi karyanya, Kursi Listrik, Kaleng Sup Campbell dan foto diri Andy Warhol. (Istimewa)
Oleh: Achmad Syaifudin, Desain Grafis Jawa Pos Radar Bromo




KEHADIRAN karya seni digital yang paling populer bergaya pop art, flat design. Kaya warna, tetapi flat, tidak ada efek 3D. Ya. Beberapa tahun lalu dan hingga saat ini, gaya digital tersebut tetap populer dan digemari oleh para seniman grafis.

Pop art yang berasal dari kata popular art adalah aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual. Asalnya dari media massa yang populer, seperti surat kabar, televisi, iklan, media sosial, dan lain-lain.

Pop art merupakan sebuah gerakan seni yang muncul di Inggris pada era 1950-an. Di awal-awal zaman post modern art. Zaman saat semua orang mulai bosan dengan gaya modern. Pop art merupakan seni yang mendobrak batas-batas artian seni yang agung.

Photo
Photo


Photo
Photo




Pada waktu itu, seni hanyalah sesuatu yang cuma dapat dinikmati oleh kalangan kelas atas. Dengan adanya gerakan pop art, seni dapat dinikmati oleh semua kalangan. Mulai golongan bawah hingga golongan atas. Seniman pop art yang paling terkenal adalah Andy Warhol. Karyanya yang fenomenal adalah menggambar wajah actress Marilyn Monroe dengan sajian warna-warna komplemen yang tegas.

Andy Warhol adalah seniman Amerika Serikat. Dialah yang mulai memopulerkan pop art di Amerika dan seluruh dunia. Sedangkan di Indonesia, gerakan ini dipelopori oleh Wedha Abdul Rasyid. Dia berhasil menciptakan teknik baru yang diakui dunia, yakni Wedha’s Pop Art Potrait (WPAP).

Seniman desain generasi kekinian banyak terpengaruh dan terinspirasi oleh dua tokoh besar tersebut. Desain-desain sampul majalah, CD, poster, iklan, dll hingga saat ini masih mengusung aliran pop art. Bahkan, pada channel YouTube Vindes, dua tokoh muda yang lagi naik daun juga mengusung aliran ini dalam tampilan-tampilan thumbnail-nya. Sebelum mereka beralih ke seni vintage.

Photo
Photo


Photo
Photo




Pop art mudah dikenali karena bentuknya yang unik. Karakteristiknya diwujudkan dalam banyak hasil yang ikonik. Berikut adalah beberapa ciri khas pop art:

Mudah Dikenali

Pop art biasanya menggunakan gambar atau ikon dari media dan produk-produk terkenal. Termasuk, produk komersial, seperti kaleng sup, rambu-rambu jalan, foto selebritas, surat kabar, dan barang-barang lain yang populer. Bahkan, nama merek dan logo juga dimasukkan.

 

Berwarna Cerah

Pop art ditandai dengan warna-warna cerah. Biasanya menggunakan warna primer, seperti merah, kuning, dan biru. Warna yang merupakan pigmen menonjol dan muncul dalam banyak karya terkenal.

Photo
Photo


Teknik yang Inovatif

Banyak artis pop art yang terlibat dalam seni grafis. Hal itu memungkinkan mereka untuk membuat gambar yang cepat dengan jumlah yang besar. Seniman pop art biasanya mengambil gambar dari daerah atau budaya yang mainstream dan cocok untuk dimasukkan dalam karya mereka. Baik yang telah diubah atau masih dalam bentuk orisinalnya. (*) Editor : Jawanto Arifin
#pop art