KETIKA mulai belajar desain, ada baiknya sobat desain juga mempelajari gaya-gaya desain yang telah ada di dunia. Mengetahui gaya-gaya desain yang sudah ada akan membantu mendalami kemampuan sobat dalam mendesain.
Ingatlah, menjadi desainer itu tidak hanya membuat desain dengan keindahan visual yang tinggi. Sebab, desain yang sobat buat bisa menjadi sebuah solusi atas masalah-masalah yang dihadapi publik atau klien.
Dalam tulisan ini, kita akan berbagi wawasan tentang Swiss Style Typography yang menjadi cikal bakal Style Flat Design era saat ini.
Apa itu Swiss Style Typography?
Awalnya, Style Flat Design merupakan seni terapan yang berasal dari Swiss atau Swiss Design. Style itu diperkenalkan dan terkenal antara dasawarsa 1940 hingga1950-an. Seni Desain Swis ini memfokuskan diri pada beberapa aspek desain. Yaitu, grid, typography sans-serif, dan tata letak yang bersih.
Desain ini ditampilkan secara sederhana. Nah, seiring perkembangan zaman, pada tahun 1980, desain ini juga mengalami perkembangan. Hingga pada tahun-tahun ini, mulailah muncul Style Flat Design. Style Flat Design mulai tampil kali pertama pada 1980. Sampai pada 2014, mulai berkembang lebih pesat dan lebih terkenal. Juga, banyak digunakan dalam desain-desain website, poster, karakter, UI mobile, aplikasi, dan sebagainya.
Swiss Style menekankan pada kerapian, keramahan mata (enak dilihat), mudah dibaca, dan objektif. Fondasinya kembali kepada kebergantungan yang kuat pada elemen tipografi dan universalitas. Pengetahuan dasar dari pemahaman universal ini yang membuat Swiss Style mendapatkan sebutan sebagai International Typographic Style.
Gaya desain yang terkenal ini memang awalnya bukan buatan Swiss. Namun, sentuhan negara itu masih ada. Bahkan, tampak ke detail terkecil dari setiap desain.
Meskipun Swiss Style Typography ditelusuri dari Rusia, Jerman, dan Belanda, gaya desain ini dipopulerkan oleh desainer grafis asal Swiss. Mereka telah menggunakannya pada banyak lembaga budaya Swiss, iklan politik, dan banyak lagi. Karena dianggap telah sesuai pasar pascaperang global yang meningkat drastis.
Gaya desain ini juga banyak digunakan dalam tanda-tanda jalan, peta, iklan layanan masyarakat, dan lain-lain. Dalam hal ini, lembaga, perusahaan besar, maupun perusahaan kecil membutuhkan metode identifikasi universal yang dapat dengan mudah berhubungan dengan mereka.
Caranya adalah membuat sebuah metode yang cukup universal dan dapat dipahami oleh setiap warga dunia. Olimpiade adalah salah satu contoh yang baik dalam membantu Swiss Style. Sebab, olimpiade telah menggunakan simbol-simbol sederhana yang menggunakan warna paling universal. (Diolah dari berbagai sumber) Editor : Jawanto Arifin