Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengenal Macam-Macam Format File Dalam Desain

Jawanto Arifin • Sabtu, 10 Desember 2022 | 21:05 WIB
Photo
Photo
Oleh: Achmad Syaifudin, Desain Grafis Jawa Pos Radar Bromo




SETELAH selesai mengerjakan suatu lembar kerja desain digital, sobat desain tentu akan menyimpannya dalam format file tertentu. Apakah lembar kerja kita akan kita edit lagi di waktu lain atau sudah final.

Selain untuk kebutuhan desain web, menentukan format file juga ditujukan untuk proses cetak. Kualitas gambar yang dihasilkan sesuai dengan harapan atau sebaliknya. Tidak tepatnya menentukan format file bisa berakibat gambar grafis sobat jadi pecah dan blur.

Istilah format itu sendiri adalah bentuk dan ukuran. Istilah tersebut sering digunakan untuk pengaturan supaya sebuah karya dapat tertata dengan rapi. Atau, struktur dari sebuah berkas dan bagaimana berkas tersebut dibentuk.

Nah, berikut ini beberapa macam jenis format file yang lazim pada software desain;

  1. PSD (Photoshop Document)


Format file ini merupakan format asli dokumen Adobe Photoshop. Format ini mampu menyimpan informasi layer dan alpha channel yang terdapat pada sebuah gambar sehingga suatu saat dapat dibuka dan diedit kembali. Format ini juga mampu menyimpan gambar dalam beberapa mode warna yang disediakan Photoshop. Sobat desain dapat menyimpan dengan format file ini jika ingin mengeditnya kembali.

 

  1. BMP (Bitmap Image)


Format file ini merupakan format grafis yang fleksibel untuk platform Windows sehingga dapat dibaca oleh program grafis manapun. Format ini mampu menyimpan informasi dengan kualitas tingkat 1 bit sampai 24 bit. Kelemahan format file ini adalah tidak mampu menyimpan alpha channel.

 

  1. EPS (Encapsuled Postcript)


Format file EPS merupakan format yang sering digunakan untuk keperluan pertukaran dokumen antarprogram grafis (bisa dibuka di beberapa software desain). Selain itu, format file ini sering pula digunakan ketika ingin mencetak gambar. Keunggulan format file ini menggunakan bahasa postscript sehingga format file EPS dikenali oleh hampir semua program persiapan cetak.

Sedangkan kelemahan format file EPS adalah tidak mampu menyimpan alpha channel, sehingga banyak pengguna Adobe Photoshop menggunakan format file ini ketika gambar yang dikerjakan sudah final.



  1. JPG/JPEG (Joint Photographic Expert Group)


Format file JPG mampu mengompres objek dengan tingkat kualitas sesuai dengan pilihan yang disediakan. Format file JPG sering dimanfaatkan untuk menyimpan gambar yang akan digunakan untuk keperluan halaman web, multimedia, dan publikasi elektronik lainnya. Selain itu, juga mampu menyimpan alpha channel. Namun, karena orientasinya ke publikasi elektronik, maka format ini berukuran relatif lebih kecil dibandingkan dengan format file lainnya.

 

  1. GIF (Graphic Interchange Format)


Format file GIF hanya mampu menyimpan dalam 8 bit (hanya mendukung mode warna Grayscale, Bitmap, dan Indexed Color. Format file ini merupakan format standar untuk publikasi elektronik dan internet. Format file GIF mampu menyimpan animasi dua dimensi yang akan dipublikasikan pada internet, desain halaman web, dan publikasi elektronik.

 

  1. TIF (Tagged Image Format File)


Format file TIF mampu menyimpan gambar dengan kualitas hingga 32 bit. Selain itu, juga dapat digunakan untuk keperluan pertukaran antar platform (PC, Machintosh). Format file TIF merupakan salah satu format yang dipilih dan sangat disukai oleh para pengguna komputer grafis, terutama yang berorientasi pada publikasi (cetak). Hampir semua program yang mampu membaca format file bitmap juga mampu membaca format file TIF.

 

  1. PCX


Format file PCX dikembangkan oleh perusahaan bernama Zoft Cooperation. Format file ini merupakan format yang fleksibel karena hampir semua program dalam PC mampu membaca gambar dengan format file ini. Format file PCX mampu menyimpan informasi bit depth sebesar 1 hingga 24 bit, namun tidak mampu menyimpan alpha channel. Selain itu, mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, Grayscale.

 

  1. PNG (Portable Network Graphic)


Format file PNG berfungsi sebagai alternatif lain dari format file GIF. Format file ini digunakan untuk menampilkan objek dalam halaman web. Kelebihan dari format file PNG dibandingkan dengan GIF adalah kemampuannya menyimpan file dalam bit depth hingga 24 bit serta mampu menghasilkan latar belakang (background) yang transparan dengan pinggiran yang halus. Tak hanya itu, PNG juga mampu menyimpan alpha channel.

 

  1. PDF (Portable Document Format)


Format file PDF digunakan oleh Adobe Acrobat dan dapat digunakan oleh grafik berbasis pixel maupun vektor. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, Indexed Color, Lab Color, Grayscale, dan Bitmap. Kelemahannya, tidak mampu menyimpan alpha channel.

 

  1. PIC (Pict)


Format file PIC merupakan standar dalam aplikasi grafis dalam Macintosh dan program pengolah teks dengan kualitas menengah untuk transfer dokumen antar aplikasi. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dengan 1 alpha channel serta Indexed Color, Grayscale dan Bitmap tanpa alpha channel. Tak hanya itu, PIC juga menyediakan pilihan bit antara 16 dan 32 bit dalam mode warna RGB.



  1. TGA (Targa)


Format file TGA didesain untuk platform yang menggunakan Targa True Vision Video Board. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dalam 32 bit serta 1 alpha channel, juga Grayscale, Indexed Color, dan RGB dalam 16 atau 24 bit tanpa alpha channel. TGA berguna untuk menyimpan dokumen dari hasil render dari program animasi. Hasil output-nya berupa sequence seperti 3D Studio Max.

 

  1. IFF (Interchange File Format)


Format file IFF umumnya digunakan untuk bekerja dengan video toaster dan proses pertukaran dokumentasi dari dan ke Comodore Amiga System. Format file ini dikenali hampir semua program grafis yang terdapat dalam PC serta mampu menyimpan gambar dengan mode warna Bitmap. Selain itu, IFF tidak mampu menyimpan alpha channel.

 

  1. SCT (Scitex Continous Tone)


Format file SCT digunakan untuk menyimpan dokumen dengan kualitas tinggi pada komputer Scitex. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale, namun tidak mampu menyimpan alpha channel.

 

  1. PXR (Pixar)


Format file PXR khusus untuk pertukaran dokumen dengan pixar image computer. Format file ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna RGB dan Grayscale dengan 1 alpha channel.

 

  1. RAW


Format file RAW merupakan format file yang fleksibel untuk pertukaran dokumen antaraplikasi dan platform. Format file ini mampu menyimpan mode warna RGB, CMYK, dan Grayscale dengan 1 alpha channel, serta mode warna multichannel, lab color, dan duotone tanpa alpha channel.

 

  1. DCS (Dekstop Color Separation)


Format file DCS dikembangkan oleh Quark dan merupakan format standar untuk .eps. Format ini mampu menyimpan gambar dengan mode warna multichannel dan CMYK dengan 1 alpha channel, dan banyak spot channel. DCS juga mampu menyimpan clipping path dan sering digunakan untuk proses percetakan (publishing). Ketika menyimpan file dalam DCS maka yang akan tersimpan adalah 4 channel dari gambar tersebut dan 1 channel preview.

Nah, dari bermacam jenis format file, sobat desain bisa menentukan format yang akan sobat gunakan pada lembar kerja Anda. Jangan sampai salah pilih format yang nanti akan menyusahkan sobat desain. (*) Editor : Jawanto Arifin
#format file #jenis file