Kalau ini memang benar, tentu sulit bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan menggambar, tetapi ingin menjadi desainer.
Namun, pada nyatanya, hal itu tidak diharuskan loh. Seorang desainer tidak harus pandai menggambar. Sebab, bisa atau tidaknya menggambar, disesuaikan dengan bidang yang digeluti.
Dalam desain, terdapat bermacam-macam bidang, seperti desert design, icon design, logo design, types atau font design, ilustrasi, dan sebagainya.
Misalkan Anda ingin menggeluti bidang ilustrasi, tentu harus pandai menggambar dan itu ada tekniknya. Bagaimana proses penarikan garis, tekanannya, brushi, dan pressure-nya. Teknik-teknik tersebut harus dipelajari hingga akhirnya Anda mahir menggambar ilustrasi.
Berbeda halnya dengan pekerjaan di bidang branding, seperti membuat logo dan materi promosi. Pada bidang ini, Anda tidak harus pandai menggambar. Kalaupun menggambar, tujuannya hanya untuk membuat sketsa konsep yang sudah ada.
Misalnya, klien datang. Lalu, mereka menjelaskan bagaimana bisnisnya, apa problematikanya yang kemudian brief tersebut diriset bersama-sama dan memunculkan keyword apa saja yang berhubungan dengan brand tersebut. Setelah itu, buatlah sketsa dari ide-ide yang berhubungan dengan keyword brand. Selanjutnya, membuat rancang desain menggunakan software design.
Mengapa Harus Sketsa?
Mengapa tidak langsung membuat saja di komputer? Hal itu bertujuan menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Hilang ide misalnya. Kebanyakan orang-orang ngeblank di depan komputer untuk memikirkan sebuah ide atau konsep yang berhubungan dengan brand tersebut.
Oleh karena itu, sketsa dibutuhkan untuk memudahkan dalam menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk visual.
Nah, dari sini dapat dipahami bahwa seorang desainer tidak diharuskan menggambar. Skill menggambar hanya dibutuhkan pada bidang tertentu. Kalaupun ada bidang yang mengharuskan menggambar seperti bidang brand logo, hal itu hanya sekadar membuat skesta konsep. Bukan untuk full menggambar yang perfect dan bagus.
Berbeda jika Anda menggeluti bidang ilustrasi dan semacamnya. Anda harus memperlajari teknik khusus dalam menggambar.
Dengan selera yang bagus, desainer hanya perlu tahu mana desain yang bagus dan tidak. Tidak perlu harus pandai menggambar. Dengan begitu, desain yang berdasar selera yang bagus hasilnya juga bagus.
Google adalah tempat mencari ide dan riset bagi sebagian besar desainer. Google juga membantu desainer dalam membuat sketsa. Sebelum Anda bekerja menggunakan software desain.
YouTube
Nah, YouTube adalah guru pandu digital bagi kita semua. Dengan YouTube, Anda bisa belajar bagaimana langkah-langkah membuat desain tanpa harus pandai mengambar.
Nah, sampai di sini, apakah sobat desainer sudah menemukan jawabannya? Sampai jumpa minggu depan. (*) Editor : Ronald Fernando