MENCINTAI dan menyayangi pasangan menjadi hal yang wajib dilakukan oleh pasangan suami istri. Namun tidak dengan Zaskia (bukan nama sebenarnya), 33. Dia menikah dengan suaminya karena dijodohkan. Selama menikah rasa cinta mendalamnya masih melekat di hati sang mantan.
Dibalik keharmonisan rumah tangga yang dirajut Zaskia, rupanya banyak yang tidak tahu bahwa apa yang terlihat dalam rumah tangganya saat ini adalah sebuah fatamorgana.
Dijalankan karena menghormati kedua orang tua dan rasa kasihan kepada anak yang dilahirkan. Bukan karena cinta sejati sebagai pondasinya.
Kisah ini terjadi tahun 2014 saat Zaskia yang saat itu masih berusia 21 tahun. Tanpa sengaja bertemu dengan Andri (bukan nama sebenarnya) di terminal bus Kota Malang. Mereka berdua sama-sama sedang berkuliah di Malang hendak pulang ke Probolinggo.
Bus yang mereka tunggu rupanya datang cukup lama. Karena itulah mereka berdua kemudian bertegur sapa. Hingga akhirnya ngobrol sampai bus yang ditunggu datang kemudian berangkat ke terminal Probolinggo.
“Ketemu pertama kali di terminal mau pulang kampung. Lah kok kebetulan tujuannya sama. Disitulah komunikasi pertama kali terjadi,” katanya mengawali cerita.
Karena tujuannya sama, akhirnya Zaskia dan Andri duduk satu baris berdampingan. Di bus itulah kemudian mereka mulai ngobrol basa-basi ngalor ngidul. Saking asyiknya tak terasa tempat tujuan hampir sampai.
Merasa nyambung ngobrol, Andri kemudian meminta nomor HP. Zaskia pun memberikan nomor HP miliknya.
Selang beberapa hari kemudian, ada SMS masuk di HP Zaskia. Nomor tersebut mengaku bernama Andri. Namun karena tidak percaya Zaskia membiarkan pesan tersebut dan tidak membalasnya. Dua hari kemudian nomor tersebut rupanya menelpon Zaskia. Dari situlah kemudian dirinya mengenal suara tersebut dan kemudian nomor Andri.
Komunikasi semakin intens. Karena keduanya berkuliah semester akhir aktivitasnya cukup sibuk. Tidak bisa bertemu langsung hanya bisa berkomunikasi via telepon.
“Komunikasinya hanya melalui telepon, karena memang saya merasa hanya sebatas kenalan biasa layaknya teman baru. Saat itu juga sibuk tugas,” ucapnya.
Selesai mengerjakan tugas semester akhir, Zaskia dan Andri kemudian bertemu. Layaknya teman biasa mereka bertemu hanya ngobrol di kantin tempat kuliah Zaskia. Pertemuan tersebut semakin intens hingga akhirnya timbul rasa suka diantara keduanya.
Setiap Zaskia membutuhkan pertolongan selalu dibantu oleh Andri. Singkat cerita setelah 6 bulan berkomunikasi mereka pun jadian.
“Kami merasa cocok dan akhirnya memutuskan untuk menjalin hubungan. Bahkan persiapan wisuda banyak dibantu oleh Andri,” tuturnya.
Hubungan yang mereka jalin kemudian mengarah ke jenjang yang lebih serius. Karena baru lulus kuliah, mereka bersama-sama berjuang untuk memperoleh pekerjaan. Setiap ada acara job fair mereka berdua selalu datang berdua. Meminta pertimbangan tempat kerja yang dilamar.
Akhirnya dari beberapa lowongan pekerjaan yang dilamar Andri mendapatkan panggilan untuk tes kerja di sebuah perusahaan swasta di Surabaya. Sementara Zaskia masih belum mendapatkan panggilan. Namun keduanya saling support. Bahkan Zaskia menyemangati Andri saat mengikuti tes.
Keberuntungan orang tidak dapat diterka. Setelah mengikuti tes tersebut. Akhirnya Andri dinyatakan lolos dan ditempatkan di Sidoarjo. Kabar tersebut turut menggembirakan hati Zaskia.
“Tesnya di Surabaya tapi penempatannya di Sidoarjo. Disana dia (Andri, Red) akhirnya ngekos dekat perusahaan,” ungkapnya.
Zaskia masih ingat, setelah mendapatkan pekerjaan tersebut, Andri berniat untuk melamar Zaskia. Namun masih menunggu 6 bulan atau setelah Andri diangkat menjadi karyawan tetap. Zaskia kemudian menyambut baik niatan tersebut.
Tapi ujian berat justru datang saat masa penantian tersebut. Zaskia memang tak pernah menceritakan telah menjalin hubungan dengan pria yang dicintai dan disayangi kepada orang tuanya. Sebab dia berkomitmen untuk mengenalkan pria idamannya itu diwaktu yang tepat atau saat sudah serius.
Tak disangka tiba-tiba kedua orang tuanya hendak mengenalkan Zaskia dengan seorang pria. Dalam percakapan awal dengan kedua orang tuanya, pria itu adalah anak dari sahabat ibunya. Sudah bekerja dan jadi karyawan tetap di sebuah perusahaan swasta di Probolinggo. Zaskia dan pria yang akan dikenalkannya itu terpaut 6 tahun.
Zaskia berpikir perkenalan tersebut hanya sebatas kenalan biasa. Dia menyetujui perkenalan itu. Tapi tak disangka saat waktu berkenalan tiba, rupanya kenalan yang dimaksud itu adalah kenalan untuk meminta bertunangan. Zaskia pun kaget namun tak bisa berkata-kata. Dia hanya terdiam seribu bahasa.
Saat pria yang dikenalkan orang tuanya pulang dari rumah, Zaskia kemudian meluapkan kemarahannya. Dia merasa kecewa dengan orang tuanya yang tiba-tiba menjodohkannya dengan pria yang tidak dikenalnya. Tak mau bermusyawarah dan menanyakan dulu. Apakah sudah punya calon apa belum.
“Dikenalkan laki-laki, saya pikir berkenalan biasa. Ternyata langsung dilamar. Saya tidak meng-iyakan. Hanya diam,” bebernya.
Akhirnya Zaskia pun menceritakan kepada kedua orangtuanya jika dirinya sudah memiliki kekasih yang tak lain adalah Andri. Saat ini bekerja dan berada di luar kota. Mendengar jawaban tersebut, orang tuanya langsung menolak. Sebab orang tua memiliki pertimbangan sendiri dan dinilai sudah paling baik bagi Zaskia.
Mendengar jawaban itu, Zaskia langsung mengurung dalam kamar. Hingga kakak perempuannya menyusul ke kamar dan memberikannya nasihat. Sambil berderai air mata nasehat itu didengar. Namun mulut tak sanggup berucap. Setelah perjodohan dilakukan. Zaskia sangat irit berbicara. Bahkan dengan kedua orang tuanya.
Ia kemudian menceritakan hal itu kepada Andri. Sontak Andri pun kaget. Ia memutuskan untuk datang kerumah Zaskia. Setibanya di rumah Zaskia, orang tua Zaskia langsung menemuinya. Perbincangan serius kemudian terjadi.
Puncaknya Andri mengatakan jika dirinya hendak melamar Zaskia. Mendengar hal itu orang tua Zaskia langsung merespon dengan belum bisa menjawab niat baik tersebut.
Beberapa hari setelah Andri mendatangi rumah Zaskia, kakak Zaskia menelepon Andri. Mengatakan bahwa Zaskia telah memiliki calon suami seraya meminta Andri untuk tidak menghubungi Zaskia lagi.
Mendengar hal itu kemudian Andri langsung menelepon Zaskia. Menanyakan langsung kebenaran perjodohan itu. Zaskia mengatakan benar. Namun tak lama kemudian menutup panggilan itu.
“Panggilan telepon itu mungkin yang terakhir kalinya saya berkomunikasi. Akhirnya perjodohan tersebut melukai hati saya dan Andri,” ungkapnya.
Zaskia mengatakan dirinya tak sanggup menolak perjodohan tersebut. Sebab dirinya merasa kasihan kepada kedua orang tuanya. Meskipun dirinya terpaksa harus mencintai pria yang dijodohkan kepadanya. Jawaban ‘iya’, yang keluar hanya dari mulut saja. Bukan dari hatinya. Sebab cinta sejatinya masih kepada Andri.
Perempuan yang hobi bersepeda ini mengaku, dia menikah dengan suaminya seperti tidak memiliki rasa. Hanya sebatas menghormati orang tua yang sudah membesarkannya. Sampai saat ini dirinya masih belum bisa melupakan mantan yang dicintainya.
“Hubungan seperti hambar. Biasa saja. Ada yang bilang saya diguna-guna. Tetapi terlepas dari semua itu saya menerima suami, murni karena orang tua,” tuturnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid