Menarik Gugatan Cerai di Menit Terakhir

Fuad Alyzen • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 11:38 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

 

KEPUTUSAN besar untuk berpisah yang hampir final di Pengadilan Agama Semarang akhirnya goyah. Rian (nama smaran), 34, memilih membatalkan permohonan talak terhadap istrinya, Maya (juga nama samaran), 32, tepat beberapa hari sebelum sidang putusan dibacakan.

Pernikahan yang dibangun selama enam tahun itu sebelumnya berada di ujung tanduk akibat krisis ekonomi dan komunikasi yang memburuk.

Rian, yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sebuah perusahaan logistik awal tahun ini, merasa frustrasi dan kehilangan harga diri. Percekcokan harian yang makin tajam memicu Rian mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan.

Namun, fakta di balik bertahan hidupnya keluarga kecil mereka selama masa krisis itu baru terungkap menjelang babak akhir proses hukum.

"Selama beberapa bulan setelah saya menganggur, kebutuhan rumah tangga dan cicilan tetap berjalan. Saya pikir itu dari sisa tabungan bersama," ujar Rian yang saat ini bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kabupaten Pasuruan itu.

Kenyataan sebenarnya baru terungkap ketika Rian tak sengaja menemukan buku catatan kusam dan deretan resi pengiriman barang di dalam lemari pakaian saat memindahkan barang-barang pribadinya. Maya ternyata diam-diam membangun usaha katering kecil-kecilan dari dapur rumah mereka.

Demi mengejar pesanan sarapan dan makan siang karyawan kantor sekitar, Maya bangun setiap pukul tiga pagi untuk memasak sendirian. Setelah itu, ia mengantar pesanan menggunakan sepeda motor tua, sembari tetap mengurus anak mereka yang masih balita.

Tidak hanya itu, Rian juga menemukan bukti bahwa Maya telah menjual seluruh perhiasan mas kawinnya untuk menutupi kekurangan biaya hidup keluarga, tanpa pernah mengeluh atau menyalahkan kondisi suami.

"Saya melarang dia bekerja berat karena masalah tulang belakang yang diidapnya sejak lama. Tapi diam-diam dia menahan sakit setiap hari demi menjaga agar dapur tetap ngebul dan nama baik saya di mata keluarga besar tetap terjaga," kata Rian dengan suara bergetar.

Melihat fakta perjuangan dan pengorbanan tersebut, Rian menyadari kesalahan besarnya yang tertutup ego dan emosi semata. Tanpa menunggu waktu lama, ia menemui Maya untuk meminta maaf dan mencabut berkas gugatan di Pengadilan Agama.

Maya membenarkan pencabutan gugatan tersebut. Menurutnya, keputusan untuk bertahan diambil karena melihat komitmen baru dari Rian untuk kembali berjuang bersama.

"Pernikahan bukan tentang siapa yang paling tertekan, tapi tentang saling menopang saat salah satu sedang jatuh," tutur Maya singkat.

Kini, pasangan tersebut memutuskan untuk memulai kembali hubungan mereka dari awal. Rian pun mulai aktif membantu mengelola dan memperluas usaha katering yang diinisiasi oleh istrinya tersebut. (zen/fun)

 

Editor : Fandi Armanto
gugat rujuk cerai