Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Trauma Hubungan Serius Karena Pernah Dikhianati

Arif Mashudi • Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:55 WIB

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI

BAGI Andrian (nama samaran), 43, menikah di usia yang muda adalah keinginannya. Alasan itulah yang membuat dia menikah saat usianya 27 tahun. Usia yang dia anggap waktu tepat untuk membangun masa depan.

Ketika itu, pria asal Kota Probolinggo itu menikahi Tari, gadis asal luar Kota Probolinggo. Pernikahan yang dijalani, membuat Andiran merasa telah menemukan potongan teka-teki yang selama ini hilang.

Andrian dan Tari menjadi pasangan yang serasi di mata orang lain. Andrian yang tekun bekerja sebagai karyawan swasta, dan Tari yang ceria sebagai pegawai di kantor pemerintahan.

Dua tahun pertama pernikahan mereka dilewati dengan kehangatan. Meski satu hal yang mereka impikan belum ada. Yakni suara tawa bayi di dalam rumah belum juga kunjung hadir.

Andrian selalu menenangkan Tari setiap kali istrinya itu merasa sedih setelah melihat hasil tes kehamilan yang negatif. Begitu juga pernikahan berjalan di usia 5 tahun, Andrian dan Tari pun berusaha saling menguatkan dan mempertahankan hubungannya.

”Dua tahun pertama sampai lima tahun kami sudah cemas. Karena saya dan istri belum juga dikarunia anak. Saya berusaha tegar dan tetap menguatkan istri,” kata Andrian.

Namun, ketenangan itu hanyalah kulit luar dari sebuah kebusukan yang tersembunyi. Saat pernikahan mereka memasuki usia 7-8 tahun, Andrian mulai merasakan ada yang berubah dengan hubungannya dengan Tari

Ternyata, ada pihak ketiga yang menjadi penghalangan rumah tangganya. Tari yang tergolong masih muda, akhirnya terjebak dengan temannya sendiri. Hingga akhirnya, Tari meminta cerai dengan Andrian.

Andrian sempat berusaha mempertahankan pernikahannya. Namun ternyata, hubungan gelap yang dijalani Tari selama ini, sudah merubah hatinya. Tari tetap bersikukuh untuk bercerai dan akhirnya, surat perceraian dari pengadilan agama terbit.

Dunia Andrian runtuh. Rasa sakitnya dan kekecewaan berlipat ganda karena ia menyadari bahwa selama mereka berjuang untuk memiliki anak, Tari justru sedang membagi hatinya dengan pria lain.

Pengkhianatan itu terasa seperti belati yang diputar di dalam lukanya. Di saat Andrian memikirkan masa depan mereka bertiga, Tari justru sedang merencanakan masa depan dengan orang lain.

Proses perceraian berjalan cepat namun menyiksa. Andrian membiarkan Tari pergi tanpa menuntut harta apapun. Ia hanya ingin wanita itu keluar dari hidupnya secepat mungkin.

Ketukan palu di pengadilan agama secara resmi mengakhiri status mereka sebagai suami istri. Andrian kembali menjadi pria lajang, namun ia tidak lagi sama.

”Saya sebenarnya berat dengan perceraian itu. Meskipun saya belum punya anak dengan mantan istri saya, tapi saya makin tersakiti karena perceraian itu ada pengkhianatan di belakang saya,” ungkap Andrian.

Kini, Andrian tinggal bersama orang tuanya. Setiap kali teman atau ibunya mencoba mengenalkannya pada wanita baru, Andrian akan langsung menarik diri.

Ada ketakutan atau rasa pesimis akan komitmen yang muncul akibat trauma masa lalu. Baginya, setiap senyuman manis dari seorang wanita kini terlihat seperti topeng.

Setiap kata cinta terdengar seperti awal dari sebuah kebohongan baru. Pengalaman dikhianati saat ia memberikan segalanya menciptakan lubang hitam di hatinya yang menelan semua rasa percaya.

”Sebenarnya saya tetap tertarik dengan sosok perempuan mas. Tapi kalau mau menjalaini hubungan serius, rasanya tidak yakin. Jadi saya beberapa tahun terakhir ini, memilih untuk jalani hari-hari dengan bekerja, kumpul dengan teman dan keluarga,” terangnya. (mas/fun)

Editor : Abdul Wahid
#gagal menikah #Dikhianati