Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pasutri yang Belasan Tahun Menanti Buah Hati

Fuad Alyzen • Sabtu, 3 Januari 2026 | 06:30 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

BUAH hati merupakan idaman bagi insan rumah tangga. Namun bagi pasangan suami istri (pasutri) yang tak kunjung memiliki anak, tentu ini merupakan kesedihan.

Seperti yang dialami pasutri asal Kota Probolinggo yang sudah 15 tahun pernikahannya berjalan, tak kunjung memiliki seorang anak.

Penantian ini dialami Abi (bukan nama sebenarnya), 41, dan Saleha (juga nama sebenarnya), 40, istrinya. Selama belum memiliki momongan, mereka kerap mengalami pengalaman yang menyakitkan hati.

“Ketika posisi berkumpul dengan keluarga, kadang menyakitkan,” ujarnya.

Abi dan Saleha menikah sejak tahun 2010. Di awal pernikahan itu dia tak pernah memikirkan bahwa akan terlambat memiliki seorang anak. Apalagi Abi yang percaya bahwa setiap orang saat memiliki istri, pasti akan memiliki keturunan.

Di awal pernikahan itu, Abi dan Saleha begitu bahagia. Teman-teman dekat mereka hadir ke pesta pernikahan. Setelah itu, mereka berbulan madu dan kerap pergi berlibur. Mereka bersemangat dan bersenang-senang bersama pasangan.

Kemanapun mereka tempuh hanya untuk berlibur. Setahun kemudian berlibur itu mulai dikurangi.

“Sudah dikurangi setahun kemudian. Mungkin karena usia pernikahan. Tapi masih saja berlibur di hari besar atau saat libur kerja,” ujarnya.

Di hari aktif, pasangan ini bekerja. Biaanya mereka bertemu dan berkumpul hanya di malam hari saja. Sampai dua tahun usia pernikahan mulai terasa, dia bersama istrinya tak kunjung memiliki anak. Padahal teman yang baru menikah langsung hamil dan memiliki anak.

Abi pun berupaya untuk bersabar dan terus berusaha. Bersama istrinya dia berikhtiar untuk memiliki seorang anak. Sampai lima tahun pun berlalu, mereka tak kunjung dikaruniai anak.

Akhirnya Abi memutuskan periksa ke dokter. Semuanya normal. Kata dokter, faktor mereka belum memiliki anak kemungkinan karena kecapekan. Dokter dan kerabat menyarankan agar Saleha berhenti bekerja.

Akhirnya sang istri memutuskan selalu berada di rumah dan berhenti bekerja. Agar tubuhnya bisa stabil untuk proses pertumbuhan anak. Namun sampai beberapa tahun pula, usaha itu tak kunjung membuahkan hasil.

Beberapa saran baik dari dokter dan lainnya pun diikuti. Tapi itu juga belum membuahkan hasil. “Sempat berpikir, apakah memiliki dosa apa sebelumnya. Namun kami harus berpikir positif saja. Mungkin belum dikasih sama Tuhan,” katanya di samping istrinya.

Sampai genap 15 tahun pernikahan, mereka juga masih belum juga diberi amanah. Padahal ekonomi mereka lancar. Bahkan jika memiliki tiga anak, ekonomi keluarga mereka bisa mencukupi.

Abi mengaku sedih rasanya saat melihat istri begitu ingim menimang anak. Begitu juga dengan orang tua dan mertua. Kerap kali mereka ditanya kapan akan punya anak. Orang tua dan mertua selalu menunggu kehadiran cucu.

Apalagi saat momen berkumpul bersama keluarga, yang lain menimang anak. Sedangkan dia bersama istri hanya melihat dan menimang anak yang bukan darah dagingnya.

Namun Abi dan Saleha menganggap, mungkin ini semua rencana Tuhan. Karena dia yakin setiap kesedihan pasti akan datang kebahagiaan. “Mungkin nanti Tuhan akan memberikan kebahagiaan dengan hadirnya sang buah hati. Kami hanya bersabar dan berusaha,” ujarnya. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#buah hati #hamil #anak