Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pria yang Tak Pernah Cukup dengan Satu Wanita

Fuad Alyzen • Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:10 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

AMIR (nama samaran), 42, mungkin adalah pria yang sangat beruntung memiliki Siti (juga nama samaran), 40. Kedua pasutri ini menikah di usia muda.

Selama dua dekade menjalin rumah tangga, sudah beberapa kali Amir ketahuan selingkuh. Tapi Siti tetap menerima Amir karena dia tak ingin kedua anaknya tak punya ayah.

Pernikahan Amir dan Siti terjadi atas perjodohan orang tua. Ayah Siti adalah kawan lama ayah Amir.

Saat itu, usia Siti baru 19 tahun dan belum lulus dari kuliah. Sementara Amir hanya tinggal wisuda.

Amir sebenarnya sudah memiliki kekasih. Tetapi karena ancaman orang tuanya yang akan menyetop kiriman uang jika tidak menikahi Siti, akhirnya mengiyakan perjodohan itu.

“Kata ayah, Siti adalah anak pondokan yang pasti cocok dengan aku. Bila tak mau menikah, ayah juga bilang tak akan memberi warisan,” kenang Amir.

Singkat cerita, Amir akhirnya menikah dengan Siti walau sebenarnya Amir masih canggung. Amir terpikat paras ayu Siti dan dia yakin, anak pondokan pasti selalu manut.

Pesta pernikahan besar-besaran pun digelar. Para pejabat ikut hadir karena ayah Amir sejatinya juga masuk jajaran di sebuah pemerintah daerah.

Selama duduk di kursi pelaminan, Amir sebenarnya resah. Karena baru sepekan yang lalu dia memutuskan hubungan dengan kekasihnya yang masih ada di luar kota.

“Pacar ini teman kuliah. Setelah kami berdua putus, dia mengancam akan bunuh diri,” kata Amir.

Inilah yang membuat Amir risau. Dia khawatir, sang mantan akan berbuat nekat. Dan benar saja. Setelah resepsi pernikahan selesai, dia mendapat kabar short messages service (SMS) dari kawannya, bahwa sang mantan masuk rumah sakit.

 “Dengan kondisi pergelangan tangan disilet dan mengeluarkan darah banyak,” beber Amir.

Secepatnya Amir meluncur ke Kota Malang untuk melihat kondisi sang mantan. Dia bahkan tidak memedulikan keluarga besarnya di rumah yang saat itu masih banyak berkumpul. Bahkan dia meninggalkan Siti serta melupakan malam pertamanya sebagai pengantin.

“Aku hanya khawatir dia (mantan, Red) berbuat makin nekat. Untungnya setelah aku datangi, dia masih selamat,” beber Amir.

Perlu waktu cukup lama bagi Amir untuk meyakinkan mantannya. Dia berujar bahwa dirinya mau mengiyakan perjodohan karena ancaman orang tua. Selepas menikah, Amir masih menjalin hubungan sang mantan.

Di sinilah Amir merasa senang karena dia merasa dicintai oleh dua orang sekaligus. Di rumah, ada istri yang sangat setia. Sementara di luar sana, dia masih bisa seenaknya menjalin hubungan dengan kekasihnya.

Sampai akhirnya sang mantan lulus dari kuliah dan kembali ke kampung halamannya. “Entah mengapa akhirnya kami berdua tak lagi berkomunikasi dan aku mendapat kabar, dia juga telah menikah,” beber Amir.

Siapa sangka, ini justru membuat Amir makin liar. Dia tak merasa cukup hanya dengan satu orang. Lagi-lagi dia menghianati sang istri karena beberapa kali Amir menjalin hubungan dengan wanita lain.

“Mau itu janda, mau itu istri orang, ataupun LC. Bukan karena mereka cantik semata. Tapi hatiku selalu senang jika dicintai oleh banyak orang,” kata Amir.

Dia gemar bertualang cinta. Di sisi lain, dia juga perhatian ke keluarganya. Celakanya, ini masih berlanjut sampai dia memiliki anak. Bagi Amir, yang penting dia masih menyayangi dan menafkahi keluarganya, itu tidak jadi soal.

Siti, istrinya sebenarnya juga sudah beberapa kali mengetahui kebiasaan buruk Amir. Bahkan pernah Amir tepergok saat Siti melihat video tak senonoh di HP Amir. “Saat itu istri sempat minggat dari rumah bersama anakn-anak. Orang tuaku juga marah besar,” beber Amir.

Tapi yang Amir herankan, pintu maaf selalu terbuka dari Siti saat dia melakukan kesalahan. Padahal Amir mengaku tak pernah memakai ajian atau ilmu hitam apapun. Dia hanya melihat, Siti adalah orang yang begitu penyabar.

“Sampai kini kebiasaanku menjalin hubungan dengan wanita lain masih berlanjut. Dan selalu kusembunyikan dari istriku agar jangan sampai ketahuan lagi,” beber Amir. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#selingkuh #istri #suami