INGIN tampil memikat dengan gaya yang membuat orang lain penasaran? Tidak ada salahnya, mencoba gaya dark feminin.
Gaya ini memiliki kesan elegan, penuh karakter dan berani bagi pemakainya. Memadukan elemen feminin dengan sentuhan edgy dalam busana yang digunakan.
Dark feminin berbeda dengan feminin tradisional. Feminin tradisional digambarkan dengan kesan lembut dan penuh kasih.
Sementara dark feminin menonjolkan kesan tegas, berani, mandiri namun tidak melupakan kesan feminin. Busana yang dikenakan didominasi warga gelap.
Duta Peduli Sejarah Indonesia 2023, Fika Zubaydi menuturkan, gaya feminin berbeda dengan dark feminin.
Jika feminin tradisional identik dengan warna cerah dan manis seperti pink atau pastel, dark feminin tetap mempertahankan sisi lembut itu tapi dengan kesan yang lebih tenang, kuat, dan elegan.
Tapi bukan berarti harus selalu pakai warna gelap. Warna pastel seperti biru atau pink juga bisa dipakai, asal dipadukan dengan potongan yang berstruktur tegas atau nuansa yang lebih calm, misalnya dengan blazer hitam, rok polos, atau aksesori berwarna netral.
"Memakai busana dengan gaya dark feminin itu bukan soal warnanya aja, tapi tentang vibe yang lebih confident dan misterius," kata Fika.
Lulusan S1 Bahasa dan Sastra Arab ini menjelaskan ia tidak sengaja menemukan gaya dark feminim.
Karena setiap gaya foto, ia jarang tersenyum semringah dan heboh. Ia pernah mencoba feminin tradisional namun ia merasa kurang percaya diri.
Akhirnya ia mencoba busana feminim berwarna pastel dengan dipadukan blazer, rok atau pakaian dengan warna netral. Kunci dari dark feminin ini adalah pemilihan warna dan potongan outfit. Ia biasanya memilih warna dasar gelap atau netral, dan dipadukan dengan warna lembut agar tetap ada sisi femininnya.
Misalnya rok atau dress dengan motif bunga dipadu blazer atau boots. Jadi tetap terlihat elegan, tapi ada sentuhan kuat dan misterius khas dark feminin.
"Karena bagi aku pakaian itu cara untuk mengekspresikan diri. Bukan untuk terlihat mencolok tapi merasa nyaman dan percaya diri," jelas perempuan yang tengah menempuh S2 jurusan Pendidikan Bahasa Arab ini.
Bisa Kasual Maupun Formal
SAAT ingin tampil kasual, ia biasasanya memakai inner kemeja netral dipadukan dengan long vest warna gelap sebagai outernya. Namun jika ingin tampil lebih formal, bisa memilih inner yang dipadukan blazer hitam, boots warna senada dan aksesoris hitam.
"Kuncinya di warna dan styling. Pilih warna netral atau gelap dipadukan dengan potongan tegas biar tetap terlihat elegan dan kuat," sebut Fika.
Mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menerangkan, motif floral tetap bisa dipakai. Tapi bisa memilih motif kecil dengan warna gelap. Untuk aksesorisnya, bisa menggunakan yang sederhana tapi elegan.
Misalnya kalung atau jam tangan dengan desain minimalis. Warna yang netral atau metalik seperti silver atau gold supaya tetap terlihat berkelas tanpa mengurangi kesan kuat.
"Kalau aku lebih suka aksesoris kecil dan minimalis supaya tidak mengganggu kesan dark feminine-nya. Tapi jika memilih yang besar agat memilih yang terlalu ramai desainnya," sebutnya.
Perempuan kelahiran Mei 2002 ini menuturkan bagi yang berjilbab, bisa memilih warna jilbab netral atau gelap supaya tetap seimbang dengan outfit dan vibe dark feminin. Untuk yang tidak berjilbab, bando atau jepit rambut bisa menjadi pilihan dengan warna netral atau metalik, ukuran kecil, dan desain simpel supaya tetap elegan dan tidak terlalu ramai.
"Untuk mendukung dark feminin bisa menggunakan boots atau heels yang tidak terlalu tinggi. Sekitar tiga sampai empat sentimeter. Dan tidak terlalu banyak manik manik, dan polos," sebut Fika.
Influencer, Maria Desy menambahkan, untuk mendukung gaya dark feminin, riasan yang dipakai bisa yang lembut, atau tebal dengan pewarna pada bibir bisa memilih yang gelap. Seperti merah, coklat atau maroon untuk menampilkan kesan tegas dan berani pada gaya dark feminin.
"Bagi yang ingin mencoba dark feminin, yang terpenting itu temukan daya tarik dalam style busana sendiri yang membuat nyaman. Jika suka dark feminin kenapa tidak," tutur Maria. (riz/fun)
Editor : Abdul Wahid