Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Berhenti Bisnis Ilegal setelah Ditangkap Polisi

Fuad Alyzen • Sabtu, 8 November 2025 | 19:10 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

UNTUK mendapat uang banyak, Soleh (bukan nama sebenarnya), 45, menghalalkan segala cara. Dia menjalankan bisnis ilegal. Namun semenjak dibekuk Polda Jatim, dia sudah enggan melakoninya kembali dan memilih bekerja normal.

Sejak muda, Soleh memang bercita-cita menjadi orang kaya untuk membahagiakan diri dan mendapat pengakuan dari orang lain. Impian itu tertanamkan sejak dia mulai duduk di bangku SMA.

Melihat orang kaya membeli apapun dengan mudah, membuat Soleh sering berimajinasi. Dia ingin sekali menjadi kaya raya. Mengingat orang tuanya hanya seorang petani yang sehari-hari bekerja sebagai kuli tani dan pencari pakan ternak.

Suatu ketika Soleh lulus dari sekolah menengah di Kota Probolinggo. Setelah beberapa bulan Soleh berpikir, bagaimana bisa kaya hanya selalu berada pada zona nyaman.

Dia pun bergerak. Pikirnya dia melamar kerja sebagai staf admin di suatu perusahaan. Tujuannya memang agar bersepatu dan kemeja rapi. Supaya tetangganya yang biasanya julid, iri saat dia melihat saat berangkat kerja.

Sayangnya ijazahnya yang hanya SMA membuatnya acapkali diremehkan. Beberapa perusahaan dia lamar. Namun tak satupun menerimanya. Soleh dianggap belum memuiliki kemampuan. Skillnya juga belum mumpuni.

“Dulu memang gengsi. Saya ingin terlihat seperti orang kaya,” ujar Soleh sembari teesenyum jijik saat bernostalgia.

Sudah berulang kali mencari pekerjaan tak kunjung mendapatkan, akhirnya Soleh mendapat tawaran gabung dengan mafia minyak tanah. Pekerjaannya hanya mengantarkan ke para pelanggan. Namun gajinya membuat Soleh tergiur.

Saat itu Soleh mulai bekerja. Di hari pertama bekerja, Soleh mengenakan baju rapi, bersepatu agar nyaman saat dipantau para tetangga. Tiba di tempat kerja, Soleh harus membuka bajunya.

Sebab sebelum mengantarkan Soleh harus memindahkan minyak tanah ke tempat lain. Minyak tanah yang sudah dipesan orang. Sampai satu bulan Soleh bekerja, akhirnya Soleh menerima gaji pertamanya.

Karena puas dengan gaji itu Soleh pun semakin bersemangat. Dia tak peduli, walau tempat kerjanya bau minyak tanah, yang penting dia bisa dapat duit.

Soleh akhirnya mulai banyak belajar. Hingga Soleh tergiur dengan wanita malam dan perjudian di luar sana. Soleh pun juga terjerumus.

Apapun yang menjadikan uang, akan Soleh lakukan. Misalkan judi sepak bola, sabung ayam, cap jiki dan lainnya. “Dan memang menjanjikan. Pada awal itu setiap kemenangan adalah pesta. Bagi saya cari wanita cantik gampang. Tinggal beli langsung kencan,” ujarnya.

Soleh juga tergiur judi yang kian parah. Dia mulai butuh uang yang tidak sedikit. Karena sudah terlanjur Soleh pun harus memutar otak agar siklus pendapatan dan pengeluaran itu seimbang.

Akhirnya Soleh dan kawan-kawannya membuka bisnis solar ilegal. Solar subsidi yang dijualnya kembali ke perusahaan. Benar saja pendapatannya sangat menjanjikan. Soleh sampai bisa membeli satu mobil.

Namun kenikmatan itu tidak bertahan lama. Satu tahun kemudian, Soleh harus menghadapi pengalaman pahitnya. Bisnisnya berhasil terdeteksi polisi Polda Jatim.

Walaupun Soleh mencoba melarikan diri, pada akhirnya Soleh tertangkap.

Beberapa bulan kemudian, Soleh dipulangkan. “Sudah saya takut sekali dipenjara. Mending kerja yang benar saja,” katanya.

Menurutnya, apapun yang instan memang tidak baik. Bagi dia, yang enak adalah menikmati dari hasil lelah kerja. Kemudian diberikan ke keluarga. “Daripada yang ilegal cepat habis,” katanya. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#ilegal #bisnis