CERITA pilu dialami Sutrisno (nama samaran), 51. Pria asal Kota Probolinggo ini dikhianati sang istri meski memiliki dua anak.
Bahkan sang istri tega menjalin kasih menjelang kematiannya. Anaknya kini tidak menganggap ibunya sebagai orang tua dan diusir dari rumah yang sudah dibangun almarhum ayahnya.
Di awal pernikahan, Sutrisno dan istri sebenarnya hidup tentram. Sebagaimana kehidupan rumah tangga pada umumnya.
Saat itu istri tinggal di rumah. Di rumah itu juga hidup orang tua Sutrisno dan adik laki-lakinya.
Di tempat tinggalnya sebenarnya terdapat dua rumah. Satu di seebalah timur ditempati adik Sutrisno yang sudah dewasa. Sementara di rumah sebelah barat, orang tua bersama Sutrisno bersama istrinya.
Di awal pernikahan itu istri Sutrisno memang terlihat gelisah, lantaran dia tinggal bersama orang tuanya. Pernyataan pisah rumah selalu disampaikan sang istri kepada Sutrisno.
Sutrisno yang hanya menjadi karyawan pabrik itu tidak langsung menurutinya. Sebab membangun rumah tidak hanya menghabiskan dana yang tak sedikit. Sedangkan istrinya saat itu meminta rumah yang bagus.
Setelah beberapa permintaan itu, akhirnya Sutrisno membulatkan tekat. Dia ingin meminjam ke bank untuk membangun rumah. Rumah yang akan dibangun ada di sebelah barat tempat tinggal mereka. Rumah itu dibangun di tanah peninggalan orangtuanya yang luasnya 12x7 meter.
Akhirnya Sutrisno membangun rumah dengan meminjam uang ke bank. Setelah berbulan-bulan membangun, akhirnya rumah itu sudah selesai. Tinggal hutangnya ke bank. Sutrisno harus membayar hutangnya dengan sistem kredit ke bank.
Rumah yang dipinta sang istri akhirnya bisa ditinggali. Meski harus membayar hutang pinjaman ke bank, Sutrisno sebenarnya senang karena sebagian digunakan juga untuk membangun toko alat tulis.
Sebab tepat di belakang rumah terdapat sekolah negeri di Kota Probolinggo. Bahkan sisa lainnya digunakan untuk membeli mobil.
Hidup layaknya keluarga pada umumnya, dinikmati sang istri. “Rumahnya besar. Di sebelah rumah ada garasi untuk mobilnya,” ujar adik Sutrisno, sebut saja namanya Faris, 47.
Pasutri ini juga memiliki seorang anak. Anak perempuan cantik yang mewarisi kecantikan ibu dan Sutrisno yang tampan. Sutrisno bekerja semakin keras, agar bisa membayar hutang dan kebutuhan keluarganya.
Tiga tahun kemudian, Sutrisno kembali memiliki seorang anak perempuan yang sama cantiknya.
Bertahun-tahun Sutrisno bekerja keras agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan membayar hutang.
Sampai kedua anak dewasa, akhirnya hutang Sutrisno lunas. Tapi sejak itu Sutrisno mulai sakit-sakitan. Sampai terbaring di rumah. Sutrisno sudah tidak bisa apa-apa. Keluarga hanya mengandalkan anak pertama yang sudah bekerja.
Tak disangka, ternyata sang istri malah diam-diam selingkuh dengan pria lain. Sang istri tanpa sepengetahuan Sutrisno, sering keluar dengan berpenampilan seperti anak muda. Wajahnya yang masih cantik, membuat banyak pria tertarik.
Kedua anaknya sudah curiga, karena setiap keluar rumah selalu memakai wangi-wangian.
Ini baru terungkap usai Sutrisno sudah meninggal dunia. Setelah tujuh hari, sang istri malah berani membawa pria selingkuhannya ke rumah yang dibangun mantan suaminya.
Adik Sutrisno dan anak-anaknya geram melihat itu. Anak-anak Sutrisno langsung mengusirnya. “Saya bahkan sudah berpamitan mau membunuh. Tapi oleh keluarga dilarang. Dengan alasan akan memperpanjang masalah,” ujarnya.
Setelah pernah ditempati sang istri dengan selingkuhannya, anak-anak Sutrisno akhirnya enggan menempati rumah yang dibangun ayahnya tersebut.
Dua anak memilih tinggal di rumah yang ditempati sang nenek dan kakek yang sudah lama meninggal dunia. Sementara adik Sutrisno tinggal bersama istrinya di rumah paling timur.
Kini rumah itu nganggur. Mobilnya sudah lama gak terpakai. Diparkir di garasi rumahnya tersebut.
“Saya sudah membujuk anak-anaknya Cacak (Sutrisno, red) agar menempati rumah itu. Kalau gak ya dikontrakkan. Mobil dijual,” sampainya. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid