RIO (nama samaran) adalah pria yang berusia matang lantaran sudah 33 tahun. Pria yang sibuk dengan pekerjaannya sebagai karyawan swasta ini punya pengalaman unik selama bekerja.
Sambil menyeduh kopi dan menghisap rokok, Rio menceritakan masa kurang baiknya. Sejak lulus SMA, dia sudah bisa mendapatkan pendapatan dari pekerjaannya. Namun, penghasilannya habis untuk kesenangan sesaat.
Kebanyakan untuk foya-foya. Entah itu untuk kongkow dan kumpul bersama teman, main hingga beli barang yang tidak penting. Istilahnya, uang hari ini bisa dihabiskan. Besok apa kata nanti.
Di tempat kerjanya, Rio menjadi sales. Sehingga dia kerap bersama wanita-wanita cantik yang menjadi sales promotion girl alias SPG.
Sebenarnya, modal wajah yang dimilikinya biasa-biasa saja alias tidak ganteng. Tapi, karena sikapnya dan cara bicaranya yang friendly, membuat banyak teman.
Termasuk teman kerjanya. Tidak sedikit SPG cantik di tempatnya bekerja, tidak menolak saat didekati.
”Saya termasuk orang nakal dulu. Apalagi saat bekerja sebagai sales bareng cewek SPG-SPG, waduh kalau ingat benar minta tobat,” kata Rio, sambil menunjukkan dokumen foto Rio saat masih kerja sebagai sales.
Rio mengaku jika dirinya tidak miliki banyak modal duit ataupun wajah. Tetapi, dirinya yang suka bicara apa adanya, dan membuat orang ketawa, ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi teman-teman, terutama lawan jenis.
Rio yang humble dan humoris bahkan sering diterima meski dia mengajak kencan teman kerjanya.
Dia juga telah biasa masuk keluar indekos teman cewek. Bahkan, beberapa kali ganti pasangan cewek sudah pernah dijalani.
”Kalau hubungan dengan cewek, ya sampai menjelajah seperti pasangan umumnya. Ciuman, pegang-pegang bagian tubuh cewek pernah dirasakan. Tapi saya tidak sampai berzina atau sampai hubungan layaknya suami istri ya. Karena itu yang paling saya takuti,” ungkapnya.
Hingga suatu ketika Rio memutuskan untuk berhenti sebagai sales. Dirinya memilih pekerjaan swasta lainnya, meski bukan kantoran. Tetapi, hubungan dengan teman-teman cewek SPG tetap terjalin baik.
”Meski sudah tidak kerja satu pekerjaan, tapi tidak langsung putus komunikasi atau hubungan,” ujarnya.
Perjalanan hidup Rio mulai berubah saat bertemu dengan sosok gadis berhijab dalam satu profesi, sebut saja Indah (nama samaran). Di situ, wanita berhijab tersebut merupakan lulusan pondok pesantren (ponpes).
Bahkan, Indah yang kini menjadi istrinya itu lulusan sarjana. Dirinya merasa nyaman dan berusaha mendekati.
”Awalnya, istri saya ini tidak merespons dengan usaha pendekatan saya. Tapi secara perlahan dan meyakinkan, istri saya luluh,” terangnya.
Cerita Rio tidak berhenti di situ. Meskipun Indah sudah bersedia dan menerima dirinya menjadi pasangan. Ada ujian yang harus dilalui, yaitu untuk mendapatkan restu dari orang tua Indah.
Wajar, orang tua Indah orang yang beragama. Mungkin, ingin anaknya mendapatkan pasangan yang bisa bertanggung jawab dunia akherat. Sedangkan orang tuanya sendiri, merestui dirinya berpasangan Indah.
”Orang tua istri sempat tidak setuju Indah dengan saya. Sempat saya putus asa. Tapi untungnya, istri dan teman memberikan dorongan semangat. Saya pun berusaha untuk merubah penampilan dan perilaku saya lebih baik, untuk meyakikan orang tua istri,” terangnya.
Hingga akhirnya, lanjut Rio, orang tua Indah merestu hubungannya dengan Indah. “Saya semakin semangat bekerja dan menunjukkan pada orang tua Indah, bahwa dirinya layak dan bisa menjadi suami bertanggung jawab untuk Indah,” katanya.
“Alhamdulillah, saya direstui kedua orang saya dan orang tua istri. Pernikahan pun digelar dengan sederhana, terpenting saya ke depan fokus membahagiakan istri dan anak-anak,” ungkapnya. (mas/fun)
Editor : Fandi Armanto