HAMPIR setiap orang pasti terkesima pada kecantikan Ratna (bukan nama sebenarnya), 28, warga Kabupaten Probolinggo. Saat masih gadis dulu, banyak pria yang mengincarnya. Namun wajah cantiknya kian berubah seketika, itu setelah kedatangan ibu tiri dalam hidupnya beberapa tahun lalu. Dia harus menelan kesedihan berkepanjangan.
Ratna ketika masih menduduki sekolah dasar, aura kecantikannya sudah tampak. Walaupun saat itu masih berusia remaja, sudah banyak pria yang ingin menjadikannya pacar. Bahkan banyak pria yang rela baku hantam karena memperebutkan cintanya. Padahal masih belum tahu apa-apa.
Kecantikan ibu ditambah tampannya seorang ayah, sangat kental menurun ke Ratna. Masyarakat menyebut Ratna sangat mirip ibunya saat masih muda. Sifatnya mewarisi ayahnya yang penyabar dan kalem. Tak heran Ratna menjadi idaman banyak pria kala itu.
Saat itu hanya satu lelaki yang beruntung bisa mendapat cintanya. Lelaki itu masih tetangga dengan Ratna.
Karena sama-sama menyukai, membuat kedua orang tua saling menyetujui hubungan mereka. Dengan catatan hubungan Ratna dengan lelaki tersebut diikat dengan hubungan ta’aruf.
Namun itu hancur usai ibu Ratna meninggal dunia pada 2012 lalu. Setelah itu Ratna selalu dirundung kesedihan. “Tapi saya tetap berhubungan dan komunikasi dengan pacar,” cerita Ratna yang saat ini sudah memiliki dua anak.
Bahkan keluarga pacarnya turut belasungkawa atas meninggalnya ibu Ratna. Karena yang memutuskan dan menyetujui hubungan Ratna dengan pacarnya adalah sang ibu.
“Dulu (ibu) sempat berpesan. Jangan pernah ada laki-laki lain. Menikahlah dengannya (pacar Ratna, red). “Menikahlah di tahun 2020 nanti karena usia sudah matang. Karena ibu yakin dia akan menjadi suami yang baik untukmu,” ujar Ratna menirukan ucapan almarhumah ibunya.
Sedih yang dirasakan Ratna saat itu, sang pacar yang menjadi pelipurlara bagi Ratna. Walai dia hanya bisa komunikasi melalui surat, itu jadi satu-satunya akses kebahagiaan Ratna.
Genap satu tahun meninggalnya ibu Ratna, sang ayah menikah dengan perempuan lain. Ratna yang tidak ingin ayahnya hidup hanya dengan dirinya, menyetujui. Dengan alasan agar sang Ayah hidup bahagia. Karena ayah dengan ibunya memiliki dua anak. Apalagi Ratna anak pertama.
Setelah menikah itu, Ratna masih sering diliputi sedih. Karena selalu mengingat sang ibu. Di balik kesedihannya karena rindu sang ibu, itulah awal kehancuran Ratna.
Tak disangka, ibu tiri atau sambungnya, tidak sesayang ibunya dulu. Ibu yang diharap-harapkan bisa mengayomi Ratna justru membuatnya sengsara.
Di balik keharmonisan keluarga Ratna, banyak yang orang tidak tahu rupanya ibu sambung Ratna kejam saat sang ayah pergi kerja. Ratna yang masih terbilang masih gadis, sangat sensitif.
Bahkan kebahagian Ratna bersama pacarnya diputus, hanya gara-gara anak kecil tidak boleh pacaran.
“Surat-surat dari pacar waktu itu disobek, saya tidak bisa membalas karena terhalangi. Walaupun saya hanya bisa membalasnya, tapi secara sembunyi,” ujarnya.
Kondisi itu bertahan sampai dua tahun. Sang pacar yang kecewa mengira Ratna punya lelaki lain. Karena keluarga ibu tiri yang sering ke rumahnya, salah satu dari mereka adalah laki-laki yang seusia dengan Ratna.
Sang pacar yang tidak mengenalinya kecewa lantaran kesepakatannya hubungan hanya sebatas ta’aruf. Namun malah ada lelaki lain yang sampai bertemu dan masuk dalam rumah Ratna.
Kesalahpahaman itu pun membuat hubungan Ratna kandas pada tahun 2015. Lima tahun lagi yang dijanji-janjikan menikah dengan sang pacar, akhirnya buyar. Keluarga sang pacar juga demikian. Ratna yang tidak bisa apa-apa hanya terdiam diri menahan rasa sedih.
“Saya bingung harus memulai darimana. Saya rindu ibu yang selalu mensuport hubungan kami dulu. Sementara ayah nurut sama istri barunya,” sampainya sembari mengenang.
Waktu sudah berlalu. Walaupun sudah dua tahun lamanya, cinta Ratna masih belum hilang. Di sisi lain sang pacar sudah tidak menganggapnya lagi, karena sang pacar beserta keluarga menganggap Ratna akan dijodohkan dengan pria lain.
Ratna juga hanya bisa mengadu ke nenek, ibu dari almarhum ibu Ratna yang tinggal di kota. Nenek yang sudah sepuh juga hanya meyakinkan mungkin bukan jodohnya, walaupun saat itu Ratna masih ingin melanjutkan hubungan dan memperbaikinya kembali.
Namun kekecewaan sang pacar dan keluarga membuat Ratna tidak bisa apa-apa. Sedih yang berkepanjangan itu membuat Ratna selalu terpukul setiap harinya. Sang pacar, lelaki yang diharapkan menjadi suaminya kelak, hanya bisa dipandang dari kejauhan.
Ratna semakin sedih, usai sang pacar pergi merantau ke luar kota untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi. Membuatnya semakin jauh. Ratna hanya bisa memantau melalui social medianya. “Saya hanya bisa memantaunya memalui story dan berandanya,”ujarnya.
Hati Ratna tambah hancur ketika sang mantan pacar bersama wanita lain. Setiap captionnya yang selalu romantis ketika bersama wanita lain, baik foto maupun video membuat Ratna tambah sedih lagi. Hilang sudah harapannya untuk hidup beesama sang mantan pacar.
Ratna mencoba untuk menghapus rasa cintanya terhadap sang mantan. Walaupun berat dirinya tetap berusaha. Ditambah ibu tiri yang selalu menghakiminya, oleh sang ayah Ratna selalu salah.
Hingga pada tahun 2020, ada pria yang melamarnya. Ratna yang menginginkan kehidupan baru, menerima lamarannya. Dia memutuskan menikah pada tahun itu juga. Walaupun janji dan kenangan indah bersama sang mantan selalu teringat. Menikahlah Ratna tahun itu. “Saya mengundang dia (mantan, red) tapi tidak hadir di acara pernikahan,” katanya.
Enam bulan menikah, bukannya bahagia yang datang. Kekesalannya bertambah usai ibu tiri menjual tanah yang seharusnya dimikiki Ratna. Pertengkaran terjadi antara Ratna dengan ibu tiri. Sang ayah yang membela istrinya, membuat hatinya semakin hancur.
Tak ada harapan lagi bagi Ratna. Insiden itu membuatnya semakin sedih. “Ingin sekali kembali ke masalalu, waktu ibu dan mantannya selalu membuatnya bahagia,” katanya.
Setelah itu dirinya selalu bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan. Sampai tahun 2025 Ratna sudah memiliki dua anak. Dia tinggal bersama suami di rumah mertuanya, dan tidak pernah menginjak tanah kelahirannya lagi. Walaupun ibu tiri dan ayahnya sudah meninggal dunia.
Kondisi Ratna kini sangat prihatin. Penampilannya sangat buruk. Kulit putih mulus dan seksi yang menjadi idaman pria, kini berubah menjadi kotor, hitam. Karena menanggung kesedihan yang berkepanjangan. “Ini menjdi runtutan sejak ibu gak ada, ditinggal orang tersayang, tanah dijual ibu tiri, dan ayah meninggal,” akunya.
Saat ini Ratna mulai tersadar, apa yang sudah bukan menjadi milik kita, kita tak perlu sedih dan merebutkan. “Yang ada sekarang kita syukuri. Saya memang tidak terawat dulu karena malas hidup. Kini mulai tersadar,” imbuhnya.
Walaupun sebenarnya Ratna bisa memulihkan kecantikannya, namun dia tidak memilkki biaya yang cukup. Terbukti dari dua anaknya, yang ganteng dan cantik. Gennya masih mewarisi kecantikan Ratna. (zen/fun)
Editor : Fandi Armanto