Pelit bukanlah irit atau berhemat. Seorang yang pelit tidak membuat seseorang akan kaya raya. Justru akan membuat tambah sengsara. Karena sejatinya jika menginginkan kaya, rajinlah bersedekah.
SEPERTI kisah yang dialami seseorang yang dari segi keturunan kaya raya asal Kabupaten Probolinggo ini. Karena pelit, hidupnya malah sengsara. Sebut saja seseorang itu Fauzan (bukan nama sebenarnya), 41.
Fauzan merupakan pria yang dikenal memiliki segalanya di desanya. Sejak kecil banyak yang memprediksi hidupnya akan nyaman. Karena memiliki banyak harta dari warisan orang tua.
Kendaraan mewah, lahan tanah luas, rumah dan lainnya yang secara otomatis akan dimiliki Fauzan. Pemasukan sehari-hari orang tuanya dulu adalah dari hasil tani yang jumlahnya banyak.
Sekali panen, orang tua Fauzan bisa membeli apa saja dari hasil kerja kerasnya tersebut. “Tapi kakak-kakanya tidak seperti Fauzan. Hartanya kadang disedekahkan,” ujar paman Fauzan, sebut saja namanya Kholil, 59.
Katanya, Fauzan sejak kecil memang terlihat. Sifatnya memang berbeda dengan ayahnya. Ayah Fauzan dikenal dermawan. Tapi Fauzan malah kebalikannya.
Setiap memiliki makanan, dia selalu menyembunyikan makanannya. Agar dia tidak membagi dan diminta temannya. Bahkan saudara seumurannya.
Kholil mengira, kebiasaannya menyembunyikan makanan, lantaran Fauzan masih kecil. Dan itu dianggap biasa saja bagi anam seumurannya. Karena banyak anak kecil setiap memiliki makanan, sembunyi dari orang lain sebelum makanan dihabiskan.
Siapa sangka, justru kebiasaan itu masih melekat pada Pauzan. Saat sudah remaja bahkan dewasa, ia selalu pelit dalam berbagi. Misalnya seperti diminta iuran untuk acara desa dan lainnya, Fauzan selalu bilang tidak ada.
“Tidak ada atau tidak punya uang. Kata-kata ini yang menjadi doa Fauzan sekarang ini. Dia sekarang benar tidak memiliki harta,” katanya.
Bukan hanya ke orang lain. Uang jatah istrinya juga dibatasinya. Sedangkan kebutuhan sehari-harinya belum cukup, dengan uang yang diberikan Fauzan. Padahal ya ada.
“Istrinya selalu curhat ke istriku yang merupakan buleknya. Kadang hanya diberi ratusan ribu untuk sebulan katanya,” ujarnya.
Semakin hari kondisi ekonomi Fauzan semakin berkurang. Bahkan memburuk. Karena semua harta yang ditinggal orangtuanya, Sebagian besar sudah dijualnya. Dijual karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Sampai sekarang ini kondisi ekonominya tetap memburuk. Keluarganya selalu minta beras ke istri Kholil. “Padahal kerja di salah satu pabrik. Tapi kok masih tidak cukup,” sampainya.
Dari situ, Kholil menyimpulkan, ekonomi Fauzan memburuk bukan karena pekerjaannya. Menurutnya karena keburukannya yang pelit untuk mensedekahi hartanya.
Kata Kholil, kejadian seperti yang dialami Fauzan banyak ditemuinya. Orang yang pelit rata-rata hidupnya sengsara.
“Ulama banyak yang menjelaskan tentang pelit. Itu akan semakin memperburuk hidupnya. Jadi jangan pelit untuk bersedekah. Harta yang disedekahkan akan semakin bertambah hartanya,” jelasnya. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid