Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Begini Rasanya Hati saat Ditipu Orang yang Dipercaya

Fuad Alyzen • Sabtu, 12 Juli 2025 | 17:45 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

SUDAH menjalin hubungan baik sampai dianggap keluarga malah dikhianati. Itulah yang dirasakan Mayang (bukan nama sebenarnya), 61. Ibu-ibu asal Kabupaten Probolinggo ditipu oleh orang yang selama ini sudah dianggapnya sebagai anak sendiri.

Semuanya berawal saat anak Mayang, sebut saja namanya Roni, 32, memiliki seorang teman bernama Fredy (juga nama samaran). Seorang aparat yang bertugas di salah satu Polsek wilayah hukum Kota Probolinggo.

Saking akrabnya, Fredy kerap makan dan tidur di rumah Mayang. Alasan itulah yang membuat Mayang sudah dianggap Fredy seperti anak sendiri.

Di awal, sikap Fredy selalu sopan. Bahasanya santun dan baik hati saat menyapa Mayang. Tak terlintas tersebut akan menghianati Mayang.

Dengan anak Mayang selalu bermain bersama. Meski tak setiap saat, setiap bertemu, layaknya seorang saudara yang saling menyayangi. Anak Mayang pun sebaliknya, sudah menganggap Fredy bagai kakak sendiri.

Tapi Mayang langsung berubah drastis. Dari yang awalnya menyayangi Fredy, kini malah membencinya. Ini setelah motor milik Mayang, digadaikan tanpa sepengetahuannya.

“Saya ini bukan minta tolong, tapi Fredy menawarkan pertolongan. Saat itu mau pemutihan dan menghidupkan nopol motornya. Oleh Fredy malah digadaikan,” ujar Mayang.

Kata Mayang, itu terjadi sekitar dua bulan yang lalu. Dirinya bermaksud menanyakan harga pemutihan dan memperpanjang pajak motornya. Kebetulan Fredt sedang berada di rumah Mayang.

Tanpa basa-basi, Mayang malah ditawarkan kendaraannya akan diurusi oleh Fredy. Waktu itu juga Fredy menelpon teman sesame profesinya yang bertugas mengurus surat-surat kendaraan.

Speaker telponnya dikeraskan, Mayang mendengar sendiri total harga semuanya senilai 2,5 juta.

Pembicaraan itu pun mulai ditutup. Fredy sudah menyebut angka untuk mengurus surat-surat kendaraan.

Mayang pun berterima kasih karena dia tidak perlu repot untuk mengurusi kendaraannya. Beberapa hari kemudian, Fredy menelpon. Motornya akan dibawanya untuk segera diurus pemutihan dan pajaknya. “Saya kasih uang 2,6 juta. Rp 100 ribu buat bensin dia,” akunya.

Setelah motor dibawa, Mayang tak curiga sedikitpun. Tapi semenjak itu, motor tak kunjung kembali sampai dua bulan lamanya.

Rupanya motor ditemukan di pegadaian wilayah Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Katanya motor Mayang digadaikan seharga Rp 12 juta. Tentu saja Mayang kaget.

Mayang pun lantas menanyakan keberadaan motornya ke Fredy tersebut. Tetapi jawaban Fredy berbelit-belit sampai membuat Mayang marah.

Mayang pun memutuskan ke rumah Fredy. Namun Mayang malah tidak menemukan Fredy di rumahnya.

“Kata tetangganya, bukan hanya saya yang menagih hutang ke rumah Fredy. Sudah banyak. Bahkan ada anggota TNI pun sudah ditipu olehnya,” ujarnya.

Mayang pun semakin yakin, dirinya ditipu oleh Fredy. Seketika itu dia merasa bodoh. Karena selama ini Fredy yang sudah dianggap anak olehnya, justru menipunya.

Sebenarnya Mayang bukan tanpa upaya. Dia mengancam untuk melaporkan kasus ini ke atasan Fredy.

Tapi Fredy bukannya takut. Dia justru menantang Mayang. Kata Fredy, “Tidak ada yang bisa melaporkan saya. Ini masih ada chat di WhatsApp,” kata ibu dengan dua anak ini.

Hingga Mayang melaporkan kasus ini, Fredy akhirnya mau mengakui kesalahannya. Seraya berjanji akan mengembalikan motor Mayang. Namun sampai kini motor tersebut belum kembali.

Mengaca dari cerita ini, Mayang meyakinkan agar jangan mudah percaya menitipkan barang berharga meski orang yang dipercaya. Karena masalah dunia, semua orang akan tergiur. (zen/fun)

Editor : Abdul Wahid
#oknum polisi #ditipu #oknum aparat