Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tiga Tempat Jadi Satu, Kafe di Probolinggo Ini Sediakan Menu Palugada

Inayah Maharani • Minggu, 18 Mei 2025 | 17:45 WIB
NYAMAN: Sejumlah pengunjung makan siang dan asyik nongkrong dengan teman-temannya.
NYAMAN: Sejumlah pengunjung makan siang dan asyik nongkrong dengan teman-temannya.

MAKIN banyak tempat makan dan nongkrong di Kota Probolinggo yang nyaman. Mau model kekinian atau ala tempo dulu, ada. Masyarakat sudah tak perlu pusing untuk menentukan akan ke mana mereka pergi bersantai atau berkumpul dengan keluarga.

Tempat-tempat itu tentu menjual makanan sebagai andalannya. Seperti tempat makan dan ngopi yang berada di Jalan Pahlawan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Bukan hanya kafe, mereka menjuluki usaha kuliner mereka itu sampai dengan tiga nama yaitu Eatery, Bakery dan Café. Orang-orang menyebutnya Palugada. Apa Lu Mau Gua Ada.

Berdasarkan namanya, di tempat itu tak hanya menyajikan kopi. Namun juga segala makanan khas Indonesia dan Chinnesse food bahkan kue tradisional hingga pastry yang fresh from the oven.

Maklum saja, pemiliknya ini juga memiliki usaha di bidang catering. Karena banyak pesanan yang jumlahnya minim seperti dibawah 100 porsi.

Makanya, dia memiliki ide untuk membangun cafe, eatery dan pastry sekaligus.  Harapannya adalah bisa memenuhi permintaan para pelanggannya.

“Biar semua orang bisa nyobain. Kalau katering kan harus dengan jumlah besar, jadi dibuat eatery dan bakery dan cafe aja deh,” kata Kiki Bunga, 31, sang owner.

Semua menu itu dia ciptakan sendiri. Kiki bahkan tak segan-segan pergi ke daerah tempat makanan tersebut berasal sebelum akhirnya dimasukkan ke buku menu di tempat usahanya.

Sehingga dia begitu optimistis rasa makanannya. Apalagi pastry-pastry yang ia buat dengan tangannya sendiri.

Kiki punya banyak pengalaman. Bahkan dia mengaku pernah menyiapkan hidangan untuk presiden Jokowi saat sedang mengunjungi Kabupaten Probolinggo tahun 2019 lalu.

“Senang akhirnya bisa mendapat pengalaman menyediakan hidangan untuk RI 1 saat itu. Dari situ kalau ada pejabat kunjungan saya sering dikontak untuk menyiapkan hidangan untuk mereka,” katanya.

 

Gaya Bangunan Europe Style

Model tempat milik Kiki Bunga juga sangat simple. Kiki mengaku sengaja mengonsep tempatnya ini ala-ala bangunan Eropa agar terlihat simple, modern namun juga clean.

Gaya bangunan Eropa memang identik dengan jendela-jendela besar. Karena itu. pencahayaan ruangan sangat terang dan berkesan lebih hidup.

Selain itu warna yang dipakai juga dominan berwarna putih. Namun untuk kafe ini, sang owner sengaja menambahkan perpaduan warna putih dan teracotta. Alasannya karena teracotta memang dipakai untuk karakter kafe tersebut.

Selain itu teracotta juga warna yang cukup gonjreng. Sengaja dipakai untuk menujukkan eksistensi kafe agar di-notice orang-orang yang lewat.

Keberadaan tempat makan ini memang berbeda dengan kebanyakan. Dia berada di pusat kota namun dengan jalur searah. “Sehingga saya berpikir orang tidak akan notice kalau tidak gonjreng. Jadi saya pilih warna terang,” lanjut Kiki. 

Karena semua makanan dan minuman lengkap, acapkali tempat miliknya sering juga dijadikan tempat bekerja, rapat, arisan dan acara keluarga.

Kata Kiki, sebetulnya target pasarnya memang adalah para pekerja dan keluarga. Sehingga menurutnya, jarang ada anak sekolah yang datang.

“Ada anak sekolah yang datang tapi tidak banyak. Karena memang mungkin kurang cocok untuk tempat nongkrong mereka karena seringnya dibuat kumpul keluarga atau rapat,” ujarnya. (ran/fun)

Editor : Abdul Wahid
#Eatery #kafe #pastry #bakery