CINTA terkadang memang unik. Apalagi jodoh, tidak bisa ditebak. Kisah ini dialami Rohma (bukan nama sebenarnya), 46.
Dia akhirnya menikah dengan kakak kandung seorang pria yang sudah lama berpacaran dengannya.
Awalnya, Rohma menjalin kasih dengan seseorang yang terbilang masih tetangganya. Rumahnya masih berdekatan pula.
Rohma adalah dua bersaudara. Rohma merupakan anak pertama. Adiknya perempuan. Sedangkan pacarnya juga dua bersaudara, sebut saja Hade (juga bukan nama sebenarnya), 47. Hade adalah anak bungsu.
Saat menjalin hubungan, Hade dan Rohma bak Romeo and Juliet. Keluarga saling mendukung hubungan antara keduanya.
Sebab, keduanya dinilai cocok dan kompak. Banyak yang memprediksi jika keduanya menikah, akan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah.
Karena dukungan moral dari semua orang di sekitarnya, hubungan mereka awet. Di mana ada Hade, di sana juga ada Rohma. Sebab, masing-masing orang tua sudah saling mendukungnya.
Pernah keduanya dipisahkan oleh jarak. Ini terjadi saat Rohma keluar kota untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi ke Malang.
Namun, hal itu bukan halangan bagi mereka untuk tetap menjalin kasih. Hubungannya tidak tergoreskan sedikitpun.
Di saat ada waktu, Hade terkadang menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Malang hanya untuk bertemu Rohma. Begitupun Rohma, terkadang pulang hanya untuk bertemu Hade.
“Saat ada waktu langsung pulang dan sebaliknya, kami bertemu. Waktu itu adik ipar ini kan sudah bekerja. Kalau libur ya ke Malang,” kenang Rohma bernostalgia.
Rohma menceritakan, saat Hade berkunjung di Malang, dia kerap berjalan-jalan ke pantai selatan. Ataupun sekedar menghabiskan waktu ke tempat-tempat wisata di kawasan Malang dan Batu.
Rohma juga masih ingat, mereka pernah menaiki motor hingga mengalami ban bocor. Di jalan raya keduanya berjalan kaki sembari mencari tukang tambal ban yang jaraknya cukup jauh.
“Kenangan-kenangan itu terkadang membuat saya malu,” kata Rohma tersenyum.
Termasuk cerita ketika mereka berdua ke sebuah tempat makan di tepi jalan. Makan berdua di tepi jalan sembari duduk bersama di atas motor.
Hampir setiap weekend keduanya bertemu, jika Hade tidak bisa ke Malang. Maka Rohma yang akan pulang ke Probolinggo.
Hingga setelah selesai kuliah, entah karena ada permasalahan sepele, hubungannya menjadi renggang.
Hingga akhirnya Rohma dan Hade putus. Rohma begitu sedih karena sudah bertahun-tahun tapi berujung kandas.
Setelah putus itu, Hade menghilang. Hade merantau ke pulau Bali. Itu sempat membuat Rohma semakin rindu akan sosok Hade. Ingin rasanya hubungannya kembali seperti semula.
“Sedih sekali. Jika waktu bisa diulang, saya tidak akan putus dan tetap berupaya mempertahankan,” ujarnya.
Sampai dua tahun Rohma sudah mulai terbiasa hidup tanpa Hade. Perlahan dia mulai menghilangkan rasa sedihnya. Dia mencoba move on. Sebab, dia berpikir bukan Hade lah jodohnya.
Hingga suatu hari, keluarga besar Rohma berdiskusi serius. Rohma dinilai sudah cukup umur untuk menikah. Tibalah waktu Rohma dipanggil dan didudukkan di hadapan sesepuh keluarga.
Di sana juga terdapat kedua orang tua Rohma. Saat itu Rohma begitu kaget karena dia akan dijodohkan dengan seorang lelaki. Betapa kagetnya Rohma, saat tahu lelaki tersebut adalah kakak kandung Hade.
“Keluarga saya ini menilai bahwa pacaran itu dianggap bukan sebuah hubungan. Tapi perasaan saya inilah yang canggung. Bagaimana tidak, saya harus menikah dengan kakak mantan kekasih,” katanya sembari geregetan saat menyampaikan.
Karena itu permintaan orang tua, Rohma hanya bisa pasrah dan menyetujui pernikahan itu. Dia juga tidak bisa marah karena orang tua mendukung rencana tersebut.
Tibalah di hari pernikahan, Hade pulang dari Bali dan hadir di acara pernikahan. Ini tentu saja kembali memunculkan memori Rohma selama pacaran.
“Nyesek waktu itu. Orang yang paling saya sayangi menyaksikan pernikahan saya dengan suami,” ujarnya.
Dia mengaku menangis bukan karena pernikahannya dengan suami. Melainkan tidak kuat lantaran hadirnya Hade yang berhasil membuat hatinya menangis. Bahkan, kesedihan itu terjadi di hari saat akad nikah digelar di depan banyak orang.
Tiba-tiba menjelang akad, Hade menghampirinya seraya berkata, “Sudah inilah takdirnya. Kita memang ditakdirkan menjadi saudara ipar,” kata Rohma mengenang.
Setelah menikah, sampai sekarang hidupnya selalu rukun. Rohma sudah dikaruniai lima anak. Hade sangat menyayangi anak-anaknya. Sampai menganggap seperti anak sendiri.
“Hade juga sudah menikah dan punya anak. Sekarang sih sudah biasa-biasa saja. Karena masing-masing sudah berpasangan. Sampai sekarang sering bertemu,” katanya. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid