ITUK (bukan nama sebenarnya), 43, menjadi perbincangan orang di desanya. Pasalnya, setelah kakak kandungnya meninggal dunia, suami kakaknya belum keluar rumah lantaran tidak memiliki tempat tinggal lagi selain rumah tersebut.
Sebut saja namanya Wawi (juga bukan nama sebenarnya), 55. Lantaran lama tinggal dalam satu rumah, Ituk dan Wawi menikah. Sampai sekarang menjadi keluarga dengan dua anak bersama istri pertamanya.
Sejatinya Ituk merupakan seorang perempuan yang statusnya perawan tua di desanya. Sedangkan Wawi menikah dengan kakak Ituk, sudah puluhan tahun lamanya. Semuanya tinggal dalam satu rumah.
Walaupun Ituk single, dia tidak makan dari hasil pekerjaan suami kakaknya, Wawi. Bahkan Ituk membantu kehidupan keluarga kakaknya tersebut.
Seperti memberi uang dapur. Bahkan sering memberi uang kepada dua anak kakaknya, yang merupakan keponakan Ituk.
Berpuluh tahun Ituk menjalani hidup dengan status perawan tua. Dia juga tak soal tinggal satu rumah bersama kakak kandung dan iparnya.
“Ya kadang gak enak. Kadang malu. Ya, begitulah bisa dibayangkan sendiri waktu itu,” kata Ituk usai menikah dengan Wawi.
Dia berjualan es dan makanan ringan di depan rumahnya. Itu semata-mata hanya untuk tidak membebankan kakaknya. Supaya bisa membantu keluarga mereka.
Terkadang Ituk menjadi kuli tani. Bahkan menjadi tukang pijit khusus untuk perempuan. “Ya namanya perawan, saya bisa melakukan apapun,” katanya sembari menebarkan senyuman.
Ituk mengaku, di posisi seperti dirinya. dalam benaknya dia selalu menginginkan ada pria yang melamarnya. Lalu menikah agar seperti wanita kebanyakan. Bisa pergi bersama dan dimana pun bersama.
Ditunggu selama beberapa tahun tak kunjung muncul. Dia pun memutuskan untuk tinggal di Jakarta menjadi pembantu rumah tangga.
Harapannya bisa menemui pasangannya. Namun sampai pulang ke Probolinggo rumahnya belum juga pria melamarnya.
“Saya tidak pilih-pilih. Atau saya gak laku karena sebenarnya jodohku adalah kakak iparku,” katanya sembari tertawa.
Tak putus asa, Ituk kerap berdandan saat keluar rumah. Jika pergi ke luar, dia selalu berpenampilan menarik. Harapannya satu, agar ada pria yang tertarik lalu melamarnya.
Sampai akhirnya Ituk merasa putus asa. Dia memutuskan jadi perawan sampai dia meninggal dunia. Dan dirinya tidak lagi merasa malu dan semacamnya.
“Saya sudah mau jadi diri saya sendiri. Kadang anak kecil itu mengatakan, Ituk tan endik lakeh yang berarti Ituk gak punya suami,” jelasnya.
Sampai Ituk merasa tak ada lelaki yang akan menjadi pasangannya. Di sisi lain Ituk sudah berusia 40 tahun. Sangat tidak mungkin ada pria yang akan melamarnya.
Hingga tahun 2022, kakaknya meninggal dunia. Kedua anak kakaknya yang masing-masing mengikuti pasangannya, tidak tinggal di rumah ibu dan ayahnya. Setelah itu di rumah itu hanya tinggal Ituk dan Wawi.
Karena jadi perbincangan banyak orang, kemudian Ituk dan Wawi bersepakat menikah. Januari 2025 akhirnya menikah dengan kakak iparnya tersebut. Seorang lelaki yang dulu selalu tinggal bersama dalam satu rumah.
“Ya perasaanku terjawab. Ternyata pria yang datang adalah kakak iparku,” katanya sembari tertawa. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid