Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Saat Hati Terperangkap ke Pemandu Karaoke

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 18 Januari 2025 | 18:05 WIB

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI

Arman (bukan Nama sebenarnya) adalah seorang pria berusia 40 tahun yang dikenal sebagai sosok penyayang keluarga. Meski hidupnya terlihat sempurna dengan pekerjaan mapan dan istri yang cantik bernama Dina (juga bukan nama sebenarnya), ada satu kebiasaan yang sulit ia tinggalkan. Yaitu berkaraoke ria bersama teman-temannya.

PERNAH suatu malam di sebuah tempat karaoke mewah, Arman bertemu dengan Lila (juga bukan nama sebenarnya), seorang pemandu karaoke atau yang lebih dikenal sebagai LC (Lady Companion). Lila merupakan perempuan muda yang sangat cantik.

“Kebetulan saat itu saya sama teman. Pesan LC, itu pertemuan kali pertamanya (dengan Lila),” kenang Arman.

Usai karaoke, Lila mengajaknya ke indekosnya. Di sanalah mereka terlibat dalam hubungan yang lebih intim.

Bagi Arman, pertemuan itu lebih dari sekadar hubungan fisik. Ia merasakan kehangatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Dalam benaknya, Lila bukan hanya wanita malam. Tetapi seseorang yang dia anggap bisa dia rubah dan diselamatkan.

“Dari sana saya merasa jika wanita ini bisa dirubah. Karena gerak-geriknya tidak seperti wanita pemandu karau lainnya. Dia tidak minum. Saat di ruang karaoke, tidak aneh-aneh. Saat setelah nyanyi itu dia mengutarakan senang sama saya,” katanya.

Setelah pertemuan itu, Arman semakin sering menemui Lila. Setiap kali ia melihat Lila, ada rasa iba yang muncul. Apalagi jika Lila bercerita tentang kehidupannya yang penuh liku. Hingga alasannya mengapa ia terjun ke dunia malam.

Katanya, semua ini demi memenuhi kebutuhan hidup dan membantu keluarganya di kampung. “Saya jelaskan jika dia nggak pantas di sini. Saya tahu dia orang biak,” kata Arman.

Beberapa kali bertenu dan berbincang, Arman kian menguatkan tekadnya. Ia ingin membawa Lila ke jalan yang lebih baik. Ia ingin Lila keluar dari dunia malam dan memulai hidup baru.

Dia menawarkan bantuan. “Saya bantu bangun usaha. Dia bilang ingin punya salon kecantikan,”katanya. 

Dengan tekat yang kuat, Arman mengeluarkan uang ratusan juta untuk membangun salon kecantikan di kampung halaman Lila di daerah Jawa Tengah.

Ia membeli peralatan, menyewa tempat, dan bahkan membayar pelatihan bagi Lila agar bisa menjadi pemilik salon yang handal. Semua ini dilakukan tanpa sepengetahuan Dina, istrinya.

Pada awalnya, Lila tampak antusias. Salon itu mulai berjalan, dan Arman merasa mimpinya untuk menyelamatkan Lila semakin dekat.

Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama. “Belakangan, setelah berjalan, tetap minta duit. Sudah mulai ragu dari sana,” katanya.

Arman menuruti permintaan itu. Namun, lama-kelamaan, permintaan Lila semakin sering dan tidak masuk akal. “Belakangan tambah jadi minta duitnya. Malah tambah sering,” katanya.

Arman mulai merasa terjebak. Namun, ia terus mengirimkan uang. Berharap Lila benar-benar berubah. Ia percaya bahwa ia sedang melakukan hal yang benar, meski beban finansial mulai menghimpitnya.

Kebohongan Arman akhirnya terungkap. Dina, istrinya, menemukan bukti transfer uang yang jumlahnya tidak sedikit. Saat Dina bertanya, Arman tidak bisa mengelak.

Dengan hati hancur, Dina meminta penjelasan. “Akhirnya istri tahu dan terjadi pertengkaran hebat. Dunia ini sudah seperti mau runtuh,”ujarnya.

Dina merasa sudah dikhianati. Baginya, tidak ada alasan yang cukup untuk membenarkan tindakan Arman. Setelah beberapa hari tanpa ada kejelasan, Dina mengambil keputusan.

“Dari pertengkaran itu, istri minta cerai. Dari sana saya sadar. Seperti ditempeleng. Akhirnya saya berjanji akan berubah dan memperbaiki segala sesuatunya. Syukur istri memberi kesempatan pada saat itu,”ujarnya.

Untuk pertama kalinya, Arman memilih untuk memikirkan dirinya sendiri. Ia memutus komunikasi dengan Lila dan mulai memperbaiki hidupnya.

Kini, Arman berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Dina, meskipun ia tahu bahwa perjalanan itu tidak akan mudah. Di sisi lain, Lila kembali ke dunia malam, memilih jalannya sendiri tanpa ada yang menghalangi.

Arman hanya bisa berharap bahwa suatu hari, ia tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Karena, tidak semua orang bisa diselamatkan, dan tidak semua niat baik berakhir baik. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#karaoke #pemandu lagu #lc