Yuni (bukan nama sebenarnya), 48, sudah tiga kali berganti suami. Kerabat dekatnya tak suka dengan suami ketiganya. Karena banyak yang menduga suami yang ketiganya mengguna-guna Yuni untuk menjadikannya istri.
WAJAR saja saudara-saudara Yuni tak suka. Sebab, Yuni kerap mendatangi suami ketiganya itu, saat Yuni masih menjalin hubungan dengan suami ke duanya yang sedang sakit untuk berobat.
Suami Yuni yang ketiga itu bernama Misto (juga bukan nama sebenarnya), 59. Walaupun tak memiliki wajah rupawan, Yuni yang merupakan warga Kota Probolinggo ini, jatuh cinta pada Misto, yang sering disebut sebagai dukun ini.
Yuni memang cantik sejak lahir. Saat dewasa tubuhnya yang bohai dan tinggi. Serta kulitnya yang putih dan bersih menambah aura kecantikannya semakin tampak. Tak heran banyak pria yang ingin menjadikannya pasangan.
Banyak pria yang melamarnya sejak Yuni masih gadis. Bukan pria sembarangan, mereka rata-rata pria yang sudah mapan.
Singkat cerita ada pria yang beruntung berhasil menjadikannya istri. Saat itu usia Yuni masih 19 tahun. Namun rumah tangganya kandas hanya gara-gara ekonomi.
Padahal sudah bertahun-tahun menjalani rumah tangga dan memiliki dua anak.
“Dengan suami pertama memiliki dua anak. Berpisah karena apa lupa saya. Tapi sempat terdengar karena ekonomi. Pekerjaan suaminya sales,” ujar adik Yuni, Kartono (juga bukan nama sebenarnya), 39.
Memiliki dua anak, tak membuat kecantikannya pudar. Justru dia semakin aduhai. Kecantikan alaminya malah tak berubah. Saat itu walau statusnya janda, semakin banyak pria yang menyukainya.
Hingga Yuni menikah dengan pria gagah yang berasal dari kelurahan sebelah. Meski suami keduanya sudah memiliki tiga anak, Yuni tetap menerima.
Sebab usia anak dari suaminya, tak beda jauh dengan usia anaknya. Hanya berselisih dua sampai tiga tahun.
Selama pernikahan itu, Yuni bersama suami barunya (kedua) tinggal di Papua untuk bekerja. Sebab menurut Yuni ekonomi di Papua tidak terlalu sulit.
Sedangkan anak-anaknya yang jumlahnya lima, selalu dititipkan ke orang tua di rumah. “Meski bekerja di luar Jawa, Mbak rutin ngirim uang ke ibu,” katanya.
Hingga suatu ketika, di tanah Papua, suaminya alami sakit. Karena semakin parah, dengan terpaksa Yuni pulang ke rumahnya. Sebab berobat di Papua tak kunjung sembuh. Bahkan medis pun tak mempan.
Akhirnya Yuni dan suaminya memilih berobat dengan cara spiritual. Dari beberapa orang pintar, Misto yang membuat suami Yuni membaik kondisinya. Akhirnya pasutri ini sering berkunjung ke rumah Misto, walaupun hanya sekedar untuk konsultasi.
Bahkan terkadang saat suaminya tak bisa dibawa keluar, Yuni pergi sendirian ke rumah Misto. “Kadang sendirian. Katanya mengambil obat disana,” katanya.
Saking seringnya memunculkan kecurigaan keluarga. Mengapa Yuni sangat gemar ke rumah Misto. “Awalnya biasa saja. Tapi kok malah sering. Kan di rumah suami sedang sakit,” sampainya.
Setelah beberapa bulan, suaminya (kedua) meninggal dunia. Saat proses pemakaman, Misto datang dan menemani Yuni untuk menghibur. Terlihat Yuni terhibur dengan kedatangan Misto.
Entah apa yang dilakukan Misto terhadap Yuni. Biasanya Yuni enggan menjalin kasih dengan pria yang bukan termasuk kriterianya. Yuni sangat pilih-pilih. Ini terbukti karena banyak pria tampan dan mapan yang melamarnya.
Sementara Misto, usianya jauh lebih tua dari Yuni. Wajahnya keriput. Tidak terlalu tampan Yuni. Tapi Yuni begitu kepincut dan sering bersama dengan Misto. “Saya larang berhubungan dengannya (Misto). Bahkan ibupun juga. Tapi malah melawan. Setelah itu saya justru tidak saling menyapah dengan Mbak,” jelasnya.
Setelah beberapa bulan, Misto akhirnya menikahi Yuni. Ibunya yang pasrah terhadap Yuni hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anak seriangnya tersebut. Dari pernikahan ini sampai kini, Yuni memiliki satu anak.
Dari pernikahan pertama dan kedua, Yuni total memiliki enam. Ditambah Yuni menikah dengan waktu relatif singkat. “Padahal belum beberapa bulan. Belum sampai 1.000 harinya,” ujarnya.
Dari sini, pihak keluarga menganggap Yuni diguna-guna oleh Misto untuk mendapatkan hatinya. “Sampai sekarang berumah tangga. Ya doa keluarga yang terbaik lah,” ujarnya. (zen/fun)
Editor : Abdul Wahid