Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Lelucon yang Menyedihkan Bikin Akhiri Hubungan

Inneke Agustin • Sabtu, 21 September 2024 | 19:25 WIB

 

 

ILUSTRASI LOVE STORY
ILUSTRASI LOVE STORY

Tina (nama samaran), 30, masih bisa merasakan kepahitan yang menggelayuti hatinya sejak tiga tahun lalu. Ketika itu, ia putus dengan kekasihnya, Aji (juga nama samaran), 30. Meski alasan perpisahan tampaknya sepele. Bagi Tina, kejadian tersebut menghilangkan rasa hormatnya terhadap Aji.

 SEMUA berawal dari reuni sekolah yang mempertemukan Tina dan Aji kembali setelah mereka berpisah ketika kuliah. Tina melanjutkan studinya di Probolinggo. Sementara Aji memilih di Kota Malang.

Mereka menjalin hubungan selama setahun. Pada awalnya, hubungan mereka tampak indah dan romantis. Aji sering mengajak Tina makan siang bersama. Di saat itu, Aji menciptakan momen-momen menyenangkan.

Namun, suasana berubah ketika Aji melontarkan candaan mengenai berita duka tenggelamnya sebuah kapal selam di Indonesia pada tahun tersebut. Tina merasa sangat tersinggung.

“Saat kami berbicara melalui telepon, saya mengungkapkan rasa sedih dan prihatin atas kecelakaan kapal selam itu. Tapi Aji malah menanggapinya dengan candaan. Saya sangat jengkel,” kenangnya.

Menurut Tina, sebuah kabar duka seharusnya tidak dijadikan bahan lelucon. Aji dianggapnya tidak menunjukkan rasa hormat yang layak.

Tina mengatakan, “Saya marah dan bertanya kenapa Aji membuat lelucon dari kecelakaan tersebut. Tidakkah dia bisa sedikit respek dan turut berduka?”

Tina menyadari bahwa reaksinya mungkin dianggap berlebihan oleh orang lain. Namun, ia merasa wajar mengingat situasi tersebut. Selain itu, Tina memiliki teman yang keluarganya termasuk salah satu korban kapal selam itu, yang membuatnya semakin terbawa perasaan.

Tina juga menceritakan bahwa seminggu sebelum kejadian, ia menonton film tentang kapal selam.

Film produksi Eropa tersebut menceritakan tentang kapal selam Rusia yang mengalami blackout dan tidak dapat berkomunikasi dengan dunia luar.

Seluruh awak kapal terjebak di kedalaman samudra, dengan persediaan oksigen dan makanan yang menipis.

Ketika pemerintah akhirnya mengizinkan bantuan dari negara lain, terlambat sudah. Para awak kapal sudah meninggal dunia.

“Film itu membuat saya merasa seolah-olah peristiwa tersebut nyata. Saya bisa merasakan betapa gentingnya situasi di dalam kapal selam itu. Ketika Aji membuat lelucon, saya benar-benar terbawa emosi,” ujar Tina.

Singkatnya, Tina akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Aji. Baginya, Aji gagal memahami kapan saatnya bercanda dan kapan saatnya menunjukkan rasa hormat terhadap bencana.

“Meskipun usianya sama dengan saya dan pendidikannya tinggi, dia tidak bisa menempatkan diri dengan tepat. Seharusnya, kita tidak perlu mengalami bencana serupa untuk bisa merasakan duka yang sama. Dia harusnya tahu cara menghormati suasana berkabung,” tegasnya.

Keputusan Tina untuk berpisah dengan Aji bukan hanya karena perbedaan pandangan. Tetapi juga sebagai bentuk penegasan tentang pentingnya rasa hormat dalam hubungan.

Peristiwa tersebut meninggalkan bekas yang mendalam, mengajarkannya tentang nilai-nilai empati dan kepekaan terhadap perasaan orang lain. (gus/fun)

Editor : Abdul Wahid
#selingkuh #istri #Cek in