Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sertifikat Rumah Orangtua Amblas Gara-gara Ikut Bisnis MLM

radar bromo • Sabtu, 15 Juni 2024 | 18:05 WIB

 

 

 

 

ILUSTRASI
ILUSTRASI

Memang tak semua bisnis yang berbasis multi level marketing (MLM) punya stigma. Ada yang sukses, tapi ada pula yang kapok melakoninya. Salah satunya adalah Andi, (nama samaran), 19.  Lantaran tertarik dengan angin surga, dia harus menggadaikan sertifikat tanah rumahnya.

SEMUA itu berawal dari seseorang yang ia kenal saat nongkrong bersama teman-temannya. Sebut saja Dani (nama samaran), yang tiba-tiba dia berkenalan dengan Andi untuk menambah relasi.

Di pertengahan perbincangan, Dani menawarkan sebuah bisnis yang cukup menjanjikan kepada Andi.

Dani menawarkan sebuah bisnis yang penghasilan perbulannya bisa mencapai Rp 10 juta.

Persyaratan dan kriteria yang disebutkan juga sangat mudah. Seperti minimal memiliki 50 teman dan harus membeli produk satu paket. Meski di awal pertemuan Dani tidak menyebutkan nominal harga paketnya.

"Saya kira itu jualan biasa. Bedanya, produk yang ditawarkan bisa menyembuhkan segala penyakit dan nantinya akan dibimbing sampai bisa," kata andi

Tidak pikir Panjang, Andi menyetujui tawaran itu. Apalagi dia berstatus pengangguran dan baru taman sekolah menengah atas.

Dani dan Andi kemudian saling bertukar nomor WhatsApp. Keesokan harinya, Andi bertemu lagi dengan Dani untuk membahas lebih lanjut tentang bisnis yang ditawarkan.

Di pertemuan itu, Dani membawa rekan kerjanya untuk membantunya saat menjelaskan tentang bisnisnya. Dalam penjelasannya, Andi mengatakan, rekan Dani tidak langsung menjelaskan tentang deatil produk. Tapi hanya skema mengenai bisnisnya.

Dalam penjelasannya, bisnis yang ditawarkan bisa menghasilkan paling sedikitnya Rp 10 juta perbulan. Andi awalnya diperlihatkan juga testimoni dari anggota-anggotanya yang sudah sukses.

Makin tertarik lagi karena ada yang berkali-kali sampai liburan ke luar negeri, memiliki mobil mewah, dan lain-lain.

Bisnis tersebut mengaku turunan dari tokoh besar, sehingga Andi semakin percaya dengan bisnis tersebut. Saat diberitahu modal yang dikeluarkan sekitar minimal Rp 10 juta.

Awalnya Andi sempat ragu.

Namun entah kena hipnotis, Andi yang diyakinkan kembali oleh Dani bahwa Rp 10 juta itu harga yang sedikit untuk membayar kesuksesannya, jadi nurut.

Sedangkan untuk kerjanya, tidak mengharuskan untuk jualan produk. Yang lebih ditekankan mengajak orang sebanyak-banyaknya agar bisa ikut bergabung di bisnis tersebut.

Semakin banyak orang yang diajak semakin dekat pula kesuksesannya.

"Kemudian saya rembuk ke orang tua. Semula mereka tidak setuju tapi saya maksa. Akhirnya karena tidak ada harta lain, sertifikat tanah digadaikan untuk bisa membayar modal bisnis itu," katanya.

Seminggu kemudian, Andi diberi kabar oleh Dani untuk mengikuti seminar bisnis yang diadakan oleh timnya. Saat mengikuti seminar, Andi merasa senang karena ada banyak orang yang ikut. Dia semakin bersemangat untuk menggeluti bisnisnya.

Dalam seminar itu, Andi mengaku dirinya terdoktrin dengan kalimat-kalimat yang menjanjikan agar ia sukses. Sering kali timnya Andi menggaungkan sebuah jargon yang kalimatnya banyak mengandung kesuksesan.

Saat ia pulang dari seminar tersebut Andi dijanjikan satu minggu lagi produk dari pendaftaran akan sampai di rumahnya. Supaya nantinya Andi akan mengikuti pelatihan bisnis secara intens.

Andi pun semakin sangat bersemangat untuk segera sukses. Bahkan ia sudah banyak bercerita ke orang tuanya tentang pengalaman pertama ketika mengikuti seminar. Orang tuanya pun pun bangga mendengar cerita Andi.

Namun satu minggu lebih, produk yang dijanjikan tidak kunjung datang. Anehnya, Dani tiba-tiba tidak bisa dihubungi. Andi kemudian panik.

Sebab Rp 10 juta yang ia serahkan kepada Dani untuk mendaftar bisnis itu adalah nominal yang banyak bagi dirinya.

Sayangnya Andi tidak memiliki kontak dari timnya sehingga kesulitan untuk mencari jejak-jejak Dani.

Saat menghubungi salah satu rekannya yang juga baru tergabung di bisnis itu, ternyata mendapatkan nasib yang sama.

Merasa tertipu, Andi tidak siap pulang ke rumahnya. Dias sampai  memilih tinggal di indekos bersama kenalan barunya itu.

Andi juga tahu kalau keluarganya sedang mencarinya. Namun dia tidak siap untuk mengatakan kejadian itu kepada orang tuanya.

Tiga hari tidak pulang, Andi mendengar orang tuanya sangat khawatir sehingga membuat orang tuanya sakit. Ia tidak tega dan kemudian pulang mengatakan bahwa dirinya ditipu dari bisnis itu.

Tentu orang tuanya sok mendengar kabar dari Andi. Namun orang tuanya masih sabar dan bersyukur Andi masih bisa selamat. Harta yang hilang itu masih bisa dicari.

"Saya menyesal dengan kejadian itu dan akan lebih selektif dalam memilih usaha maupun bisnis," kata Andi. (mg2/fun)

Editor : Abdul Wahid
#tanah #bisnis #mlm #sertifikat