Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Istri Suka Brondong, Kuras Harta Pemberian Suami

Fahrizal Firmani • Sabtu, 30 September 2023 | 15:15 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi
 

Pernikahan sempurna yang diimpikan oleh seorang laki-laki, Mito (bukan nama sebenarnya) penuh cobaan. Istrinya, Aninda (juga nama samaran) suka berselingkuh. Bahkan, harta pemberian suaminya, dihabiskan untuk memenuhi hasratnya.


ANINDA merupakan putri pertama dari seorang pengusaha di Probolinggo. Ayahnya juga mewarisi sawah luas dari kakeknya. Sebagai putri di keluarga berada, Aninda sangat dimanja. Keinginannya selalu dipenuhi.

Namun, Aninda memiliki sifat kurang baik. Ia suka bergonta-ganti pasangan. Dalam setahun, pernah memiliki lima pacar yang berbeda. Memiliki banyak pacar, membuatnya bangga.

Pernah dalam suatu hubungan, Aninda memiliki dua orang pacar sekaligus. Adiknya, Arinda (bukan nama sebenarnya) yang mengetahui hal ini sempat meminta kakaknya berhenti mempermainkan laki-laki. Namun, Aninda justru tertawa mendengarnya. “Saya malah dibilang iri sama dia karena tidak selaku dia,” ujar Arinda.

Kebiasaan buruk Aninda memainkan perasaan laki-laki sampai terdengar keluarga besarnya. Baik paman, bibi, hingga saudara sepupunya, sempat memintanya menghentikan kebiasaannya. Namun, saran keluarganya tidak digubris.

Dampaknya, kebiasaan Aninda yang suka bergonta-ganti pacar, membuatnya tidak segera menikah. Saat teman-teman sebayanya sudah memiliki anak, Aninda hingga memasuki usia 32 tahun masih betah membujang.

Nahas. Lambat laun usaha orang tuanya rugi besar. Sejumlah asetnya dijual untuk menutupi kerugian dan utang. Kondisi ini membuat ayahnya jatuh sakit. Saat itulah datanglah seorang duda kaya, Mito.

Ia menawarkan bantuan kepada orang tua Aninda. Kebetulan, ayah Mito dulu merupakan teman ayah Aninda. Kesempatan ini tidak disia-siakan. Aninda dijodohkan dengan Mito. “Awalnya kakak tidak mau menerima tawaran itu. Namun, karena papa yang bilang, ya dia hanya bisa mengangguk,” sebut Arinda.

Orang tuanya berharap, pernikahan mereka bisa membuat Aninda berubah. Menjadi wanita penyayang dan tidak lagi bermain-main seperti saat masih bujang. Apalagi, Mito merupakan orang berada yang dihormati di tempat asalnya.

Awal pernikahan Mito dan Arinda, sesuai yang diharapkan oleh orang tua Aninda. Ia memiliki anak laki-laki yang lucu dan menjadi istri serta ibu yang baik. Sehari-hari juga memakai pakaian yang tertutup.

Namun, harapan ini hanya bertahan sekitar dua tahun. Pada tahun ketiga pernikahan mereka, Aninda mulai berubah. Kembali menjadi sosok Aninda muda. Memakai riasan dan pakaian yang lebih terbuka.

Aninda juga sering tidak izin kepada suaminya keluar rumah. Bahkan, pulang sampai larut malam. Mito kerap menegurnya. Namun, Aninda tidak peduli. Saat suaminya ngomel, ia memilih bermain dengan hape-nya.

“Sejak tahun ketiga, kakak kembali seperti dulu. Lebih peduli pada penampilan dan hape-nya daripada suami,” sebut Arinda.

Hingga diketahui, rupanya, Aninda tergoda dengan seorang laki-laki tampan yang usianya jauh lebih mudah darinya. Usianya masih 25 tahun. Masih brondong. Diam-diam Aninda sering menemuinya. Sebut saja Anton (bukan nama sebenarnya).

Saat bertemu, awalnya laki-laki itu tidak terlalu tertarik terhadap Aninda. Ia tahu, meski cantik, Aninda sudah bersuami dan memiliki anak. Namun, akhirnya mau setelah tahu jika Aninda memiliki uang.

Lambat laun, Anton mulai memanfaatkan Aninda. Ia suka meminta uang. Dari hanya Rp 1 juta hingga pernah meminta Rp 10 juta. Lama-lama tabungannya menipis karena digerus brondong.

Sementara hubungannya dengan suaminya, semakin merenggang. Saat suaminya sakit, Aninda malah tidak mendampinginya dan memilih bersenang-senang dengan Anton. Kondisi ini terjadi hingga Mito meninggal dunia.

Perbuatan Aninda semakin melampaui batas saat suaminya tidak ada. Satu per satu harta peninggalan suaminya dijual. Uangnya digunakan untuk berpacaran dengan laki-laki yang lebih muda. Bukan hanya dengan Anton, ia juga menjalin hubungan dengan beberapa orang. Semuanya brondong.

Selama berpacaran, Aninda sering membayari pacar-pacarnya. Hingga harta peninggalan suamianya mulai ludes. Sawah, pekarangan, hingga mobil pemberian suaminya dijual untuk memenuhi keinginannya.

“Sampai sekarang belum ada tanda-tanda kakak mau berubah. Padahal, anaknya udah masuk SMA. Dia udah berusia 50 tahun,” ujar Arinda, sedih. (riz/rud)

Editor : Ronald Fernando
#istri selingkuh #suka brondong