Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Karma Seorang Suami yang Sering Pukul Istri

Fuad Alyzen • Sabtu, 8 Juli 2023 | 17:15 WIB

 

Ilustrasi
Ilustrasi
 

Karma bisa menimpa siapa saja. Bisa ke diri sendiri atau ke keturunan. Inilah yang dirasakan Ujan (nama samaran), 55. Dia sering bersikap keras terhadap Rohana (nama samaran), istrinya. Apa yang dilakukan ke istrinya, dirasakan pula ke anaknya, Andin (nama samaran).

 

JIKA mengingat masa mudanya, Ujan pasti merasakan yang namanya menyesal. Dia menganggap Rohana, istrinya, sebagai pelampiasan emosinya. Sudah tak terhitung berapa kali tangannya mendarat di wajah Rohana. Dia tidak memedulikan tangisan Rohana tiap kali terjadi pertengkaran.

Tapi, semenjak punya menantu, dia sering melihat Andin menangis. Sama seperti yang dialami Rohana.

“Saya merasa ini adalah karma. Ternyata memperlakukan istri begitu, mendapat balasan ke anak. Perasaan saya hancur,” ujar pria asal Kabupaten Probolinggo.

Ujan tidak tega pada Andin yang selalu mendapat luka memar setelah dipukul menantunya. Bahkan, pernah Andin dipukul sampai babak belur. Kalau saja waktu itu tak ada yang melerai, mungkin Andin bisa luka serius. Kecewanya lagi, pertengkaran anak dan menantunya itu hanya karena masalah yang sepele.

Ujan sebenarnya pernah mendatangi menantunya. Seraya ingin memberi pelajaran. Tetapi, sang menantu kembali berulah. Ujan pun tak berkutik karena Andin anaknya, memintanya agar tak cawe-cawe dalam biduk rumah tangganya.

Pernah pula Ujan marah besar terhadap mantunya dan nyaris mau membunuhnya. Sebab, anak menantunya melakukan kekerasan yang terjadi berulang-ulang kali.

Lantas dirinya minta izin untuk membunuh mantunya itu. “Saya sampai berkata. Nak, terserah kamu. Jika hajatku untuk membunuh suamimu diizinkan, aku akan berangkat sekarang juga. Sebab, dia (Andin, Red) sudah sering kali dipukuli dan menantuku tidak sadar-sadar,” ujarnya.

Setelah beberapa kejadian itu, akhirnya itu membuat Ujan teringat masa lalu. Dia tersadar, saat dirinya selalu menyiksa Rohana. Ini adalah karma yang saat ini diterimanya.

Apa yang dialami Andin, sama persis seperti yang dialami Rohana. Ujan ingat, sudah berulang kali mencoba disadarkan. Entah itu orang tuanya, mertuanya, bahkan kawan-kawannya. Supaya dia tidak melakukan kekerasan jika terjadi pertengkaran. Namun, dia masih ringan tangan. Disitulah dia sadar, karma sedang “bekerja”.

Ujan menceritakan, di awal pernikahannya dengan Rohana, dia sangat mencintai istrinya. Bahkan, Ujan perlu perjuangan untuk memperistri Rohana. Sebab, sang istri juga menjadi incaran pria mapan. Statusnya adalah bunga desa.

Rohana memang rupawan. Tampilannya cantik dan tubuhnya juga berisi . Ini membuat para pria tergoda saat meliriknya. Padahal, kenyataannya Rohana enggan membalasnya.

Ketertarikan pria lain terhadap Rohana, juga terjadi setelah dia menikahinya. Ujan sepertinya sering cemburu. Dia bahkan menuding, Rohana sang istri, merespons godaan dari para pria.

Celakanya, Ujan mengira Rohana mulai menyelingkuhi dirinya. Sebab, waktu itu gerak-geriknya menyatakan ia punya simpanan. Kecurigaannya itulah yang membuat Ujan selalu diliputi amarah.

Tak hanya itu, sikap tertutup Rohana juga menambah emosinya. Perlahan, komunikasi yang dibangunnya mulai buruk. Seketika dia kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Padahal itu bertujuan untuk mengevaluasi. Apa yang sebenarnya terjadi. Waktu itu awal rumah tangganya selalu diwarnai dengan pertengkaran hebat.

Ia bercerita pernah sekali saat usia Andin masih balita, dia bertengkar lagi dengan Rohana. Sampai-sampai Rohana memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya.

Bukannya malah dihalau, Ujan malah tega menyuruhnya jalan kaki dari rumahnya hingga ke tempat angkot yang berjarak 1 kilometer.

Rohana sambil menangis diikuti Ujan dari belakang. Di sana Ujan sambil memukulnya dengan pecut hingga ke tempat angkot. Aksinya itu menjadi tontonan orang. Tidak ada yang berani melerainya. Selepas insiden itu, Rohana cukup lama berada di rumah orang tuanya. “Kalau ingat itu, kasihan istriku diperlakukan begitu. Itu baru terasa sekarang,” ujarnya.

Ujan menyebut, sebenarnya pertengkaran di rumah tangganya bukan lantaran persoalan ekonomi. Istrinya tidak pernah menuntut Ujan begitu besar. Bahkan, pernah dia tidak sama sekali menafkahinya. Di sisi lain, Rohana juga enggan untuk berpisah. Dia tetap memilih bertahan,  semata-mata agar anaknya tetap memiliki orang tua yang lengkap.

Rohana tetap tabah dan sabar. Meski apa yang selama ini diduganya itu salah, Ujan juga masih kerap menyakiti Rohana. Entah itu main tangan atau dengan kata-kata yang kasar.

Hingga karma itu benar-benar dirasakannya. Sampai dia memiliki cucu, anaknya masih sering mengalami pertengkaran dengan menantunya.

Memang dalam rumah tangga, pertengkaran adalah sebuah hal yang wajar. Namun, Ujan merasa, menantunya sudah keterlaluan. Berlebihan hingga sampai KDRT. Tapi, Ujan hanya bisa memberikan masukan. Karena Andin juga memilih bertahan, sama seperti yang dialami Rohana istrinya.

Kini Ujan berjanji, apapun yang terjadi, dirinya akan memperlakukan istrinya, Rohana seperti seorang ratu. Dia tidak lagi ringan tangan. Dia berharap rumah tangga anaknya, tak lagi ada kekerasan hingga berujung perceraian “Ini yang selalu saya ingat dan harus dijaga dalam rumah tangga,” tutupnya. (zen/fun)

 

Editor : Ronald Fernando
#karma #kdrt