Menikah dengan cinta pertama tidak selalu berakhir bahagia. Terkadang, masalah ekonomi bisa merubah segalanya. Seperti yang dialami oleh Fendi (bukan nama sebenarnya). Dia diselingkuhi oleh istrinya saat ekonomi sedang surut.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
FENDI bertemu dengan Ani (bukan nama sebenarnya) saat masih duduk di bangku SMA. Meski tidak di satu sekolah, mereka tinggal di satu kecamatan. Setiap kali berangkat dan pulang sekolah, Ani selalu melewati rumah Fendi.
Ani mengetahui jika Fendi menyukainya. Karena memiliki ketertarikan pada Fendi, Ani sering menggoda Fendi setiap kali bertemu. Bahkan seringkali, Ani memilih jalan saat mendekati rumah Fendi untuk melihatnya.
“Ani pulang dan berangkat sekolah naik becak karena jaraknya tiga kilometer. Namun kalau pulang, ia sering berjalan kaki. Begitu sampai di depan rumah, ia (Ani) selalu bilang, mana Fendi. Aku tahu Fendi suka sama aku,” kata Fendi.
Karena sering digoda, Fendi tahu jika Ani menyukainya. Gayung pun bersambut. Fendi rupanya juga jatuh hati. Ani menjadi cinta pertamanya.
Ia pun memberanikan diri menyatakan perasaannya. Mereka sempat berpacaran selama dua tahun. Karena tidak melanjutkan kuliah, mereka pun memilih menikah pada 1997.
Di awal pernikahan, kehidupan mereka baik-baik saja. Meski Fendi hanya memilliki usaha jual beli bensin dan toko kecil, namun ekonominya tidak pernah ada masalah. Orang tuanya sering membantu dengan memberikan uang setiap bulan.
“Penghasilan di awal menikah itu tidak menentu. Tapi, karena dibantu orang tua, jadi ya tidak ada masalah. Setiap bulan, mereka selalu mengirim uang untuk saya,” jelas Fendi.
Permasalahan muncul saat usia pernikahan mereka mencapai usia enam tahun. Ekonomi orang tua Fendi surut. Alhasil, orangtuanya tidak bisa lagi mengirim seperti sebelumnya.
Semenjak itu, Fendi dan Ani sering cekcok. Meskipun acapkali penyebabnya adalah persoalan sepele. Fendi dan Ani harus ngerem segalanya. Ngirit demi bisa bertahan.
Di saat ekonomi sulit itulah, Andi (teman Fendi) menawarkan pekerjaan untuk Ani di Kabupaten Banyuwangi. Karena butuh uang, Ani langsung mengiyakan dan Fendi pun memperbolehkan. Fendi merasa mungkin ini adalah jalan keluar.
Ani dan kawannya lalu berangkat berdua tanpa didampingi oleh Fendi. Setelah beberapa hari Ani pergi ke Banyuwangi, Fendi mendengar omongan miring jika Ani itu menjadi pelacur di sana. Namun Fendi tidak percaya.
“Saya baru percaya usai yang menyampaikan itu teman dan kerabat saya. Ternyata Ani tidak bekerja seperti yang saya bayangkan, karena dia malah jual diri di sana,” ungkapnya.
Awalnya dia memilih memaafkan Ani meskipun Fendi akui itu sangat berat. Harapannya, suatu saat Ani akan tobat.
Namun karena perilaku Ani tidak berubah. Dia pun menceraikannya. Sementara, anak hasil pernikahannya dengan Ani, dirawat olehnya.
Ia sempat menjadi duda selama satu tahun. Karena anaknya sering menanyakan ibunya, sementara Ani jarang datang untuk menemui, ia pun memilih menikah lagi pada 2005.
Tapi karena khawatir mendapatkan istri dengan tabiat yang sama seperti Ani, Fendi pun memilih mencari perempuan yang jauh dibawah Ani. Ia memilih menikah dengan Ana (juga bukan nama sebenarnya).
Ana ini berasal dari kalangan yang masuk kategori tidak mampu alias miskin. Ana berstatus janda. Dari segi fisik, Ana tidak secantik Ani, istri pertamanya.
Di awal pernikahan keduanya ini, Ana tampak baik. Dia mau merawat anak Fendi dengan istri pertamanya.
Karena merasa Ana sudah baik, orang tua Fendi suka mengirim makanan padanya. Bahkan Ana sering diberi hadiah.
Ana berubah menjadi sosok yang lain saat usia pernikahannya masuk tahun kedua. Ana berubah menjadi pemalas dan tidak mau memerdulikan Fendi dan anaknya.
Puncaknya, Fendi begitu emosi saat dia kehilangan. Ada uang tabungan yang disimpannya senilai Rp 10 juta, mendadak raib di almari.
Fendi pun sempat menuduh Andi, temannya karena ia sering main saat akhir pekan. Krena tudingannya itu, Fendi mengaku hubungannya dengan Andi merenggang.
“Ternyata, setelah diusut, uang itu diambil oleh Ana. Uang itu dipakai untuk diberikan pada orang tuanya di kampungnya. Karena marah, saya langsung memukulnya memakai kayu hingga ia pingsan,” jelas Fendi.
Semenjak itu, Fendi tak percaya lagi dengan Ana. Dia bahkan memilih untuk menceraikan Ana. Fendi mantap memilih menduda lagi, karena dia tak yakin rumah tangganya bisa dipertahankan.
Karena uang tabungannya habis, ia pun memilih untuk merantau ke Kalimantan mencari penghasilan. Supaya dia bisa melanjutkan hidup. Termasuk demi bisa menyekolahkan buah hatinya.
Di Kalimantan dia bekerja di perkebunan. Meskipun harus hidup menduda, Fendi mengaku kini bahagia.
“Karena dua kali gagal, sampai sekarang saya memilih tidak menikah lagi. Yang penting saya kerja, dapat duit banyak buat anak. Saya ingin anak saya sekolah tinggi, biar tidak susah seperti saya,” tuturnya. (riz/fun)
Editor : Ronald Fernando